Home  / Internasional
Sah, Turki Sudah Resesi!
Selasa, 3 September 2019 | 21:53:20
(REUTERS/Umit Bektas)
Presiden Turki Tayyip Erdogan
JAKARTA - Turki resmi masuk masa resesi. Pada kuartal II-2019, ekonomi Negeri Kebab terkontraksi alias minus, melanjutkan 'pencapaian' yang serupa pada kuartal sebelumnya. 

Pada periode April-Juni 2019, ekonomi Turki terkontraksi alias negatif 1,5% year-on-year (YoY). Pada kuartal sebelumnya, kontraksi ekonomi Turki lebih dalam yaitu minus 2,4% YoY. 

Definisi resesi adalah kontraksi ekonomi dua kuartal beruntun secara YoY pada tahun yang sama. Mengacu pada definisi ini, Turki sudah masuk ke jurang resesi.

Data-data ekonomi Turki memang tidak meyakinkan. Pada Juli, inflasi di Turki mencapai 16,55% YoY. Lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yaitu 15,72%. 

Kemudian angka Purchasing Managers' Index (PMi) manufaktur pada Agustus adalah 48. Sejak April, angka PMI manufaktur Turki tidak pernah menyentuh 50. Artinya, dunia usaha masih enggan melakukan ekspansi. 

Bagaimana dengan mata uang lira? Anehnya, mata uang ini malah menguat tiga hari beruntun. Dalam tiga hari tersebut, apresiasi lira mencapai 1,32%. 

Pada pukul 18:38 WIB, US$ 1 dibanderol TRY 5,7619. Lira menguat 0,73% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. 

Akan tetapi, ada kemungkinan penguatan ini hanya sekadar techincal rebound. Sebab sejak awal tahun, lira sudah melemah 8,96%.

Dolar AS vs Lira Turki

Tahun lalu, tekanan terhadap ekonomi dan mata uang Turki menjadi salah satu kisah yang menyedot perhatian pasar. Apalagi pada saat yang sama Argentina pun mengalami masalah serupa. 

Kini sejarah seperti terulang. Argentina masih terjebak dalam masalah pelik, karena situasi politik pasca Pemilu yang kurang kondusif. Pelemahan mata uang peso dan musim kemarau berkepanjangan menambah daftar masalah di Negeri Lionel Messi.

Turki pun sekarang bermasalah, sudah masuk ke zona resesi. Semoga problema di Turki dan Argentina tidak menyebar dan menjadi batu sandungan bagi negara berkembang seperti Indonesia.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Ini yang Bakal Terjadi Saat RI Resmi Resesi
Sri Mulyani Pastikan RI Resesi, Rupiah Merosot ke Rp14.785
Sri Mulyani Ingatkan Lagi Potensi Ekonomi Minus, Resesi Nyata
Perdana Menteri Norwegia Sebut Aksi Perobekan Alquran sebagai Kebebasan Berekspresi
Turki Kecam Demo Lecehkan Alquran di Norwegia

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter