Home  / Internasional
Ini Rupanya yang Picu Warga Korsel Kalap Boikot Produk Jepang
Jumat, 26 Juli 2019 | 19:17:11
(REUTERS/Heo Ran)
Foto: Kampanye spanduk untuk memboikot produk Jepang terlihat di sebuah pasar di Seoul, Korea Selatan, (20/7/2019).
SPBU-SPBU di Korea Selatan (Korsel) menolak menjual bahan bakar ke mobil-mobil buatan Jepang. Ini merupakan dampak dari meningkatnya langkah pemboikotan produk Jepang di Korea Selatan, yang dipicu oleh ketegangan politik dan ekonomi. 

Ketegangan antar kedua negara memuncak pada 1 Juli, ketika Jepang memberlakukan pembatasan ekspor terhadap tiga bahan kimia utama yang biasa digunakan oleh industri Korea Selatan untuk membuat semikonduktor dan layar display. 

Langkah Jepang ini disebut dipicu oleh kasus pengadilan Korea Selatan akhir tahun lalu, yang memutuskan bahwa perusahaan pembuat baja terbesar Jepang, Nippon Steel, telah menjalankan kerja paksa terhadap warga Korea Selatan selama Perang Dunia II. 

Pengadilan memutuskan bahwa Nippon Steel harus membayar kompensasi kepada beberapa warga Korea Selatan yang menjadi korban, yaitu sebesar sekitar US$ 89 ribu atau setara Rp 1,2 miliar (estimasi kurs Rp 14 ribu per dolar) per orang. 

Mengutip Business Insider, Jepang juga dikabarkan berencana menghapuskan Korea Selatan dari daftar 'white list', yang memungkinkan sebuah negara mendapat lebih sedikit hambatan dalam perdagangan di negaranya. 

Warga Korea Selatan sejak itu bersumpah untuk memboikot produk-produk Jepang dan meminta para operator pompa bensin untuk menghentikan pengisian bahan bakar mobil-mobil Jepang, The Korea Times melaporkan, Selasa (23/7/2019). 

Beberapa pusat layanan otomotif juga telah membentuk aliansi untuk menolak melayani mobil Jepang, kata surat kabar itu. Namun, para pengamat mengatakan langkah itu akan lebih merugikan Korsel daripada pemerintah Jepang. 

"Korban pom bensin yang menolak untuk mengisi mobil Jepang bukan pemerintah Jepang tetapi pemilik mobil," lapor The Korea Times, mengutip berita online Korea Selatan, E Today. 

"Jika orang tidak menggunakan pom bensin, korbannya bukan pemerintah Jepang tetapi pemilik pompa bensin," tambahnya. Warga Korea Selatan juga membeli lebih sedikit bir Jepang, memesan lebih sedikit perjalanan ke Jepang, dan bahkan menolak menonton film Jepang.

Emart, pengecer terbesar Korea Selatan, mengatakan penjualan bir Jepang antara 1 hingga 18 Juli turun 30% secara year on year (YoY), The Hankyoreh melaporkan. 

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bukan AS-China, Kali Ini Perang Dagang Jepang-Korsel Memanas
DPRD Desak Bea dan Cukai Pekanbaru Terus Tekan Peredaran Produk Ilegal
Tragis, Putri Jepang Roboh dan Terkapar di Arena Kejuaraan Dunia
Sawit RI Diboikot Eropa, Bagaimana Proyek Eni-Pertamina?
Gelombang Panas Jepang Renggut 57 Nyawa, 18 Ribu Orang Sakit

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad