Home  / Internasional
Tolak Klaim China, Kapal Perang AS Berlayar di LCS
Senin, 20 Mei 2019 | 18:14:22
Navy/Handout via Reuters
Militer AS mengerahkan salah satu kapal perangnya, Preble, untuk berlayar di dekat Pulau Scarborough Shoal, Laut China Selatan, yang disengketakan Beijing. (Mass Communication Specialist 3rd Class Morgan K. Nall/U.S.
JAKARTA - Militer Amerika Serikat mengerahkan salah satu kapal perangnya, Preble, untuk berlayar di dekat Pulau Scarborough Shoal, Laut China Selatan, yang disengketakan Beijing.

Juru bicara Armada Ketujuh (7th) Angkatan Laut AS, Clay Doss, mengatakan Preble sengaja dikerahkan guna menentang klaim maritim dan menegakkan kebebasan bernavigasi di perairan tersebut.
Lihat juga: Empat Negara Latihan di Wilayah yang Diklaim China di LCS
"Preble berlayar dengan jarak 12 mil laut dari Scarborough Reef untuk menentang klaim maritim yang berlebihan dan menjaga kebebasan akses ke perairan itu yang diatur hukum internasional," ucap Doss kepada Reuters, Senin (20/5).

Manuver ini merupakan yang kedua kali dilakukan AS di LCS sejak April lalu. Meski tak memiliki sengketa di LCS, AS mempertahankan kebebasan bernavigasi di perairan kaya sumber daya tersebut.

LCS menjadi perairan rawan konflik setelah Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah yang menjadi jalur perdagangan utama itu. Klaim itu tumpang tindih dengan sejumlah negara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, hingga Taiwan.

Pengerahan Preble ke dekat Scarborough Shoal menjadi langkah terbaru Washington melawan apa yang dianggapnya selama ini sebagai upaya Beijing membatasi kebebasan bernavigasi di LCS.

Manuver Preble juga berlangsung ketika ketegangan AS-China dalam hal perang dagang kembali memanas terutama setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif impor baru sebesar 25 persen terhadap lebih dari 5.700 produk China pekan lalu.

Tak hanya itu, AS juga akan memberlakukan tarif pada impor China lainnya yang bernilai US$300 miliar.

Trump menyatakan pengenaan tarif tersebut dilakukan karena AS melihat China tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan ketegangan dagang dengan negaranya yang telah berlangsung sejak 2018 lalu. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Olah TKP Asrama Mahasiswa Papua, Aparat Temukan Bom Molotov Dan Sajam
Pesta Miras, Mahasiswa Papua di Jember Adu Jotos dan Rusak Kontrakan
AS Beri Waktu Tambahan ke Huawei
Lahir Miskin, 4 Fakta Masa Kecil Soekarno yang Memprihatinkan
Gas Air Mata Pecah di Asrama Papua, Polisi Angkut Mahasiswa

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad