Home  / Internasional
China Luncurkan Serangan Balasan ke AS, Kerek Tarif Rp 840 T
Senin, 13 Mei 2019 | 20:59:33
Mark Schiefelbein / Pool via REUTERS
Foto: Petugas merapihkan bendera AS dan China sebelum sesi pembukaan negosiasi perdagangan antara AS dan perwakilan perdagangan Cina di Wisma Negara Bagian Diaoyutai di Beijing, Kamis, (14/2/2019).
JAKARTA - China melancarkan serangan balik kepada Amerika Serikat (AS). Tiongkok memutuskan untuk menaikkan tarif bea masuk impor barang dari China sebesar US$60 miliar atau setara Rp 840 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000).

Kebijakan yang berlaku 1 Juni 2019 merupakan aksi balasan atas keputusan Presiden Donald Trump yang menaikkan tarif dari 10% menjadi 25% atas 5.000 barang impor China yang nilainya mencapai US$200 miliar. Tarif AS juga berlaku mulai 1 Juni 2019.

Tarif bea masuk dari China banyak menyasar produk pertanian AS. Sektor ini telah terpukul cukup dalam pada perang dagang jilid pertama. Ribuan produk yang ditargetkan yaitu termasuk kacang, gula, gandum, ayam dan kalkun, seperti dikutip dari CNBC International, Senin (13/5/2019).
 
Baik Gedung Putih maupun Departemen Keuangan AS belum dapat segera menanggapi permintaan CNBC internasional untuk mengomentari kenaikan tarif tersebut.
 
Dalam penjelasannya Jumat (10/5/2019), AS memutuskan menaikkan tarif bea masuk barang China karena Tiongkok menarik diri dari perundingan perdagangan yang dianggap telah berkembang dengan baik. 

Pekan lalu Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer bertemu dengan para perunding China dalam pembicaraan yang disebut Mnuchin sebagai pembicaraan yang "konstruktif," kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan dan belum ada lagi pembicaraan yang direncanakan untuk saat ini.
 
Donald Trump, yang ingin menyelesaikan keluhan seperti pencurian kekayaan intelektual, transfer teknologi secara paksa dan defisit perdagangan, mendorong China untuk membuat kesepakatan menjelang Senin ini. 

Dalam serangkaian tweet, presiden berargumen bahwa tarif itu "sangat buruk bagi China." Dia mengatakan "China seharusnya tidak membalas" karena "hanya akan menjadi lebih buruk!"
 
"Anda memiliki banyak hal, hampir selesai, & Anda mundur!" Ia menulis tentang China dan Presiden Xi Jinping.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bus Shalawat, Gratis Antar Jamaah Shalat 5 Waktu ke Masjidil Haram
Abrasi di Desa Meskom Bengkalis Capai Satu Kilometer Lebih
Kadisdagperin Bengkalis, Raja Arlingga: PNS Jangan Gunakan Elpiji 3 Kg
Asops Panglima TNI: Latgabma Malindo Darsasa Tingkatkan Kerjasama Keamanan Perbatasan Bidang Penanggulangan Terrorisme
Bakamla RI/IDNCG Dukung Perangi IUU Fishing

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad