Home  / Internasional
Orang Terkaya RI Vs Malaysia, Siapa Paling Tajir?
Kamis, 14 Maret 2019 | 17:02:05
(Ist)
Foto: Robert Kuok
JAKARTA - Forbes baru saja mengeluarkan daftar terbaru orang terkaya di Malaysia 2019. Pengusaha kelapa sawit, perkapalan, dan properti, Robert Kuok menjadi orang terkaya di Malaysia 2019.

Dilansir, Kamis (14/3/2019), jumlah harta yang dimiliki Kuok mencapai US$ 12,8 miliar atau lebih dari 183 triliun. 

Pria berumur 95 tahun ini memiliki perusahaan konglomerasi bernama Kuok Group, yang bergerak di sektor perhotelan, real estate, dan komoditas.

Penyumbang kekayaan terbesar Kuok adalah melalui Wilmar International, yang saat ini dijalankan oleh keponakannya, yaitu Kuok Khoon Hong.

Namun kekayaan Kuok masih di bawah orang terkaya di Indonesia, yakni Hartono bersaudara yang terkenal lewat usaha Grup Djarum dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Kekayaan Budi Hartono mencapai US$ 18,6 miliar, sementara saudara kandungnya Michael Hartono mencapai US$ 18,5 miliar. Keduanya menempati peringkat 54 dan 56 dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes.

Total kekayaan Hartono bersaudara meningkat US$ 2 miliar dibandingkan tahun lalu. Pada 2018, kekayaan Hartono bersaudara 'hanya' US$ 35 miliar, namun kini bertambah menjadi US$ 37,1 miliar.

Duapertiga dari kekayaan Hartono bersaudara dipetik dari investasi di BCA, pada saat kakak beradik itu mengambil alih BCA dari keluarga Salim pada periode 1997 - 1998.

Selain itu, kekayaan mereka juga datang dari Grup Djarum, yang dirintis oleh ayah mereka dan kini dilanjutkan oleh Robert Budi Hartono. Saat ini, Djarum masih menjadi produsen rokok terbesar di bumi pertiwi.

Grup Djarum sendiri ekspansi besar-besaran di bisnis sektor lainnya seperti elektronik, Polytron, dan sejumlah properti. Salah satu yang mentereng, adalah Grand Indonesia dan WTC Mangga Dua.

Selain bisnis konvensional, Hartono bersaudara juga masuk ke dalam bisnis digital dengan memiliki venture capital. Melalui venture capital ini, Grup Djarum menaungi blibli.com dan kaskus.co.id.

Terkini pada November lalu, Grup Djarum telah menjadi pemegang saham mayoritas PT Daya Network Lestari, sebuah perusahaan yang mengelola jaringan ATM Alto.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Tak Pantas! Santri Perempuan Berjoget Sambil Nyanyi Mars NU di Istighosah Kubro
Rocky Gerung Plesetkan Bawaslu Jadi Bawasri, Ini Alasannya
Panglima TNI Terima Kakanwil Dirjen Pajak Jakarta Timur
Rancangan Awal RPJMD Riau Tahun 2019-2024, Gubri Inginkan Perubahan
Babinsa 01/Rengat Dampingi Distribusi Pupuk Subsidi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad