UCAPAN RAMADHAN RIAUEDITOR
Home  / Hukrim
Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp 1,39 M, Polisi Tangkap Dua Karyawan Bank BRK Rohul
Selasa, 30 Maret 2021 | 17:27:14
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menangkap dua orang pegawai Bank Riau Kepri Cabang Rokan Hulu yang diduga telah menggelapkan dana beberapa nasabahnya. Total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 1,39 miliar.

Kedua pegawai bank tersebut bertugas di Teller berinisial NH (37) dan Head Teller (pemimpin seksi pelayanan) berinisial AS (42). Keduanya ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/102/III/2021/SPKT/RIAU tertanggal 16 Maret 2021.

"Pelaku NH dan AS diamankan atas laporan salah satu nasabah yang mengalami kerugian Rp 1,39 milyar," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto didampingi Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Teddy Hardian, Selasa (31/3/2021).

Sunarto mengemukakan, terungkapnya kasus ini berawal pada tanggal 31 Desember 2015 silam, Hothasari Nasution mendatangi Bank BRK Rohul ia menabung, untuk melakukan cetak buku tabungan milik ibunya Hj Rosmaniar yang juga menjadi nasabah di bank tersebut.

"Korban terkejut dengan adanya transaksi penarikan/pendebetan dari rekening dan tersisa hanya Rp 9.792.044 saja. Sebelumnya saldo awal rekening Hj Rosmaniar pada 13 Januari 2015 adalah sebesar Rp 1.230.900.966," ungkapnya.

Nasabah terkejut mengetahui berkurangnya jumlah saldo di tabungan, sedangkan nasabah tidak pernah melakukan transaksi apapun dari rekeningnya.

Karena merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Riau untuk proses hukum lebih lanjut. 

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, lanjut Sunarto, hal yang sama juga dialami oleh 2 nasabah lainnya Hothasari Nasution (anak Hj Rosmaniar) dan Hasimah, yang juga dilakukan penarikan (pendebetan) oleh pelaku tanpa sepengetahuan nasabah.

"Para nasabah ini mengalami kerugian Rp 1.390.348.076 dengan rincian Hj Rosmaniar sebesar Rp 1.215 milyar, Hothasari Nasution Rp 133 juta serta Hasimah RP 41,9 juta," ujar Sunarto. 

Dijelaskan Sunarto, dalam menjalankan aksinya tersangka NH selaku Teller menuliskan dan menirukan tanda tangan nasabah dalam Form Slip Penarikan sehingga dapat melakukan penarikan uang tunai dari rekening nasabah.

Sedangkan tersangka AS (Head Teller) memberikan User ID berikut Password sehingga tersangka NH dapat melakukan 8 transaksi penarikan dari rekening nasabah korban pertama dan 1 transaksi dari rekening nasabah kedua.

Dari kasus ini penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, 135 lembar slip transaksi asli nasabah atas nama Hj Rosmaniar periode tanggal 19 Januari 2012 s/d tanggal 18 Februari 2015, 84 lembar slip transaksi asli nasabah Nothasari Nasution periode tanggal 23 Desember 2010 s/d tanggal 02 September 2013 dan 9 lembar slip transaksi asli nasabah an Hasimah periode tanggal 14 Agustus 2014 s/d tanggal 23 Januari 2015 serta jurnal aktivitas harian Teller milik NH periode tahun 2010 s/d tahun 2015. (R11)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Relawan Perjuangan Sebut Dua Menteri Jokowi Ini Dapat Catatan Buruk
Masyarakat Bisa Perpanjang SIM dari Rumah, Kapolri Resmikan Aplikasi SIM Presisi Nasional
Polsek Tanah Putih dan Instansi Terkait Bagikan Masker Gratis ke Warga
Sebaiknya Istana Lebih Cermat, Kasus Lahan di Gondai Sudah Putusan MA
Ardiyansah Akui Nama Andi Sumangerukka Terlibat Proses Penjualan PT TMS

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter