SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 H
Home  / Hukrim
Hakim Vonis Kajari Inhu 5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan 61 Kepala SMP
Selasa, 16 Maret 2021 | 19:27:45
Foto: Hendra/Bertuahpos.com
PEKANBARU - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru menjatuhkan vonis selama lima tahun penjara kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Indragiri Hulu tahun 2019., Hayyin Sutikno SH,MH. Hakim menilai Hayyin terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama melakukan pemerasan terhadap 61 Kepala SMP di Kabupaten Indragiri Hulu.

Vonis ini dibacakan majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu SH,MH pada persidangan yang digelar, Selasa 16 Maret 2021. Majelis hakim menyatakan terdakwa Hayyin Sutikno, terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 12 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan disempurnakan sesuai UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

Selain vonis lima tahun penjara, hakim juga menghukum terdakwa Hayyin Sutikno, membayar denda sebesar Rp200 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Dilansir dari bertuahpos.com, vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini lebih tinggi dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang hanya menuntut selama tiga tahun penjara. Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan tidak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa sesuai dengan Pasal 23 Undang-Undang Tipikor, namun menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf e UU Tipikor.

Majelis hakim juga menyatakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang hanya menuntut terdakwa Hayyin Sutikno selama tiga tahun penjara. Menurut hakim, perbuatan terdakwa Hayyin Sutikno, sudah mencoreng institusi pemerintah, terutama Kejaksaan Agung RI.

Selain itu, disebutkan majelis hakim, tujuan pemberian hukuman bukan Saja jntuk pemulihan keuangan, tetapi juga sebagai pendidikan. Agar masyarakat tidak berniat melakukan perbuatan seperti yang dilakukan oleh terdakwa, sebagai pejabat telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan Agung RI.

Atas putusan ini, terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir.

Kepala Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu tahun 2018, Hayyin Sutikno SH MH, dituntut selama tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung RI. Sementara dua anak buahnya, Ostar Alpansri SH MH, Kasi Pidsus, dan Kasubsi Barang Rampasan Rional masing-masing dituntut selama dua tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejagung RI, Eliksander Siagian SH, menilai ketiganya terbukti bersalah melakukan pemerasan terhadap puluhan kepala sekolah di Kabupaten Indragiri Hulu, sesuai dengan Pasal 23 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 421 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Tuntutan ini dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua SH MH, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Senin 8 Februari 2021. Selain menuntut penjara, ketiganya juga dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp50 juta.

Sementara barang bukti uang sebesar Rp1,5 miliar diminta untuk dikembalikan kepada para guru melalui Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Se-Kabupaten Indragiri Hulu.(*)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kejaksaan RI Buka 4.148 Formasi CPNS, Simak Syaratnya
Covid-19 Meningkat di Siak, Tim Gabungan Gencar Lakukan Operasi Yustisi
Percepatan Transfer Dana Desa, Mendagri Harapkan Pemda Lakukan ini
Ambruk, LSM Desak Kejati Riau Tahan Dua Tersangka Proyek Turap Danau Tajwid Pelalawan
Sidang Ditempat, Seminggu Operasi Yustisi Polda Riau Jajaran Tindak 686 Pelanggar Prokes

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter