UCAPAN RAMADHAN RIAUEDITOR
Home  / Hukrim
Anjurkan Nikah Usia 12 Tahun, KPAI Laporkan Aisha Weddings ke Polisi
Rabu, 10 Februari 2021 | 17:53:05
JAKARTA - Viral di media sosial, wedding organize, Aisha Weddings, mempromosikan kawin siri, menikah di usia muda dan poligami.

Menanggapi hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah melaporkan Aisha Weddings ke Mabes Polri. Sebab, Aisha Wedding mengajak anak berusia 12 tahun untuk menikah.

"Potensi pelanggaran hak ini besar, pelanggaran terhadap UU Perkawinan minimal 19 tahun," kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati kepada IDN Times, Rabu (10/2/2021).

1. Aisha Wedding mengandung unsur pidana

Rita menduga, perbuatan Aisha Wedding ini mengandung pidana perdagangan orang. Sebab dimungkinkan adanya unsur transaksi dan seterusnya yang melanggar hak anak.

"Kami pakai Pasal 76 poin terakhir, itu KPAI punya mandat untuk memberikan laporan ke pihak berwajib kita menggunakan itu dan diterima kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan," ujarnya.

2. KPAI kecam perkawinan anak


Atas peristiwa ini, KPAI mengecam Aisha Weddings yang seolah mempromosikan nikah muda. Padahal ada banyak dampak nikah muda yang berpengaruh negatif pada mental anak. Belum lagi dengan organ reproduksi yang belum siap.

"Perkawinan anak itu 12 tahun baru lulus SD, studi KPAI penikahan anak kan akan menghalangi pendidikan anak kemudian bermain, kesehatan reproduksinya," ujarnya.

Selain itu, perkawinan anak juga turut menyumbang angka kematian ibu dan anak. Dalam hal ini, menurut Rita peran orang tua juga penting.

3. Aisha Weddings secara terang-terangan mendukung nikah siri

Sebelumnya, Aisha Weddings, sebuah jasa penyelenggara pernikahan perempuan Muslim muda viral di media sosial. Hal yang paling disorot warganet yaitu, Aisha Wedding mengajak anak berusia 12 tahun untuk menikah.

"Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih," tulis Aisha Wedding dalam situsnya, Rabu (10/2/2021).

Bukan hanya itu, Aisha Weddings juga mempromosikan nikah siri yang tentunya tidak sesuai dengan ketentuan hukum. Aisha Weddings menilai, walaupun nikah siri tidak terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA), namun pernikahan itu tetap sah secara agama.

"Aisha Weddings percaya akan pentingnya nikah siri untuk pasangan yang ingin datang bersama untuk memulai keluarga dengan berkah Allah SWT," tulisnya.

4. Aisha Wedding juga melayani penyelenggaraan poligami

Selain itu, Aisha Weddings juga membuka diri untuk poligami. Melalui website tersebut, tertulis poligami adalah sebuah tindakan yang diterima dan diakui oleh dalil serta Alquran.

"Dalam Islam, poligami merupakan suatu hal yang diterima dan diakui berdasarkan dalil-dalil ijtihadi Al-Quran, hadis, ijma' para fuqaha mahzab-mahzab Islam dan telah dipraktikkan oleh kaum muslimin," demikian tertulis di laman Aisha Weddings yang kini sudah ditutup.

(sumber: idntimes.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bosnya Sinarmas Dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Pengusaha Asal Solo
Viral Aisha Weddings Tawarkan Nikah Muda, Siri dan Poligami
Polisi Sebut Raffi Ahmad Tak Langgar UU Kekarantinaan Kesehatan
Ormas Pekat Laporkan Raffi Ahmad ke Polisi soal Pesta Usai Vaksinasi
Najwa Shihab Siap Hadapi Laporan Polisi dari Relawan Jokowi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter