Home  / Hukrim
Dugaan perang bandar narkoba
Gulung Sindikat Narkoba Bersenjata, Polda Riau Sita 7 Pucuk Senjata Api, 3 Kg Sabu Berikut 9 Tersangka
Senin, 16 November 2020 | 21:16:40
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Tim gabungan Satresnarkoba Polresta Pekanbaru dan Ditresnatkoba Polda Riau berhasil menemukan dan menyita 6 pucuk senjata api jenis Revolver rakitan serta 1 pucuk senjata api jenis SW kaliber 45 beserta peluru aktif dari tangan sindikat narkoba Pekanbaru dan Dumai di beberapa lokasi berbeda.

Selain 7 pucuk senjata api tim gabungan juga menyita kurang lebih 2 kg sabu yang dikemas dalam bungkus teh China dan 10 paket lainnya dengan berat sekitar 1 kg, uang tunai Rp 210 juta, 9 unit handphone, 1 unit mobil Inova Nopol BK 228 WW dan 1 unit Nissan Grand Livina serta barang bukti lainnya terkait kasus narkoba berikut 9 tersangka, Belong, Brewok, Pras, Medi, Yuyun, Nyoto, Putra, Ipan dan Zul.

"Pengungkapan ini kita awali dari penyergapan sebuah mobil Toyota Inova warna abu-abu Nopol BK 228 WW yang dikendarai para pelaku pada Jumat (13/9) malam," kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Senin (16/11).

Ia menjelaskan, informasinya di mobil Toyota Inova tersebut akan menerima 3 kg sabu-sabu yang dibawa dari Dumai. Kemudian ketika di kejar tim dari Polresta Pekanbaru dan Polda Riau di dalam mobil berisikan ada ada 5 pelaku yakni, Brewok, Yuyun, Medi, Pras dan Belong.

"Saat ditangkap, di Jalan Yos Sudarso tepatnya di SPBU Muara Fajar Kecamatan Rumbai, kelima tersangka memiliki 5 pucuk senjata api berikut peluru aktif," terang Kapolda.

Artinya, sambung Kapolda, dari ke 5 pelaku tersebut didapat setelah pengembangan atas kepemilikan senjata api. Dan kemudian dapat menemukan fakta, ada perang bandar narkoba yang ada di Dumai dan di Pekanbaru.

Tersangka Belong, sambung Irjen Agung merupakan salah satu dari sindikat kelompok bandar yang ada di Dumai yang kemudian kelompok Dumai ini diketahui perang melawan bandar narkoba dari Medan. Bersama Belong ini juga diamankan 2 pucuk senjata api yang disimpanya. 

Dia menjelaskan, kelompok Medan yang bandarnya di Dumai itu adalah tersangka Zul, Belong, Putra, Nyoto dan Ipan.

Awalnya, masih kata Irjen Agung, bandar narkoba Dumai ini perangnya mereka memperebutkan 46 kg sabu dan 10 ribu butir ekstasi yang kita tangkap sebelumnya yaitu atas penemuan 24 kg sabu-sabu yang ada di atas sebuah truk Colt Diesel diwilayah Bukit Kapur Dumai.

Kemudian, setelah dibongkar belakangan didapat informasi bahwa sabu-sabu tersebut adalah milik kelompok Medan yang dikendalikan oleh Adi.

Selanjutnya Suryadi direkrut oleh kelompok bandar ini untuk membeli truk Colt Diesel yang kemudian kita ketahui ada di TKP yang di dalamnya ditemukan sebanyak 24 kg sabu-sabu yang dibawa oleh tersangka Bunbun dan Ivan yang telah kita tingkap. 

'Jadi awalnya masuk 46 kg sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi dari Malaysia ke Dumai oleh kelompok Medan yang dikendalikan oleh Adi di Lapas Gobah dan kemudian kelompok Dumai yaitu Marno dan kawan-kawannya yaitu Otong, Putra, Belong, Jul dan Ipan mengetahui ada barang masuk dari Malaysia. Mereka lalu mengambil alihnya dengan cara mengejar truk yang sedang berjalan tersebut dengan menembak ke atas (udara) dengan senjata yang dibawa sebanyak dua kali. Ini terjadi di Bukit Kapur pada Sabtu (26/9) lalu,' ungkap Irjen Agung.

Dari peristiwa itulah, kemudian dikembangkan dan dari apa yang terjadi di Bukit Kapur itu ternyata diketahui dua kelompok ini adalah kelompok bandar narkoba yang saling berebut narkoba.

"Kita harus waspada dengan apa yang kemudian para bandar dan kelompoknya perbuat kemudian mempersenjatai dengan senjata api rakitan ataupun pabrikan yang dia miliki sengaja disiapkan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, salah satunya adalah kemungkinan untuk ditangkap oleh petugas kita," kata Irjen Agung.

Kapolda menjelaskan, dari 46 kg sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi yang diperebutkan itu, sebanyak 20 kg sabu diambil oleh kelompok Dumai beserta 10 ribu butir pil ekstasinya. Sedangkan 26 kg sabu sisanya ditinggalkan di truk Colt Diesel.

"Rinciannya, 20 kg sabu itu Marno dapat 10 kg sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi, 1 kg sabu diambil oleh Nyoto, 2 kg diserahkan kepada Putra, 2 kg Belong dan 4 Kg ke Zul karena dia yang menghentikan truk dengan cara menembakkan ke udara sebanyak 2 kali dan Ivan mendapatkan 1 kg," jelas Irjen Agung. 

Kapolda juga mengaku bahwa pihaknya akan terus lakukan pendalaman dan terus mengejar pelaku-pelaku lainnya dan berharap masyarakat bisa memberikan informasi dengan cara mengirimkan pesan ke hotline 08117523131. (R11)




Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI
Gubernur Riau Akan Hadiri Launching dan Bedah Buku Bonita Hikayat Sang Raja
Kapolda Riau Silaturahmi dan Berikan Bantuan Obat-obatan ke Kanwil Kemenkumham Riau
Diduga Terlibat Jaringan Narkoba, Oknum Satlantas Polres Siak Ditangkap
Ditresnarkoba Polda Riau Lakukan Test Narkoba Gratis di Lingkup Tenaga Kerja

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter