Home  / Hukrim
3 ASN DLHK Riau Laporkan Dugaan Pungli Mantan Kepala KPHP Minas Tahura
Selasa, 20 Oktober 2020 | 18:51:20
har/riaueditor.com
PEKANBARU, riaueditor.com - Tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di UPT Kesatuan Pemangkuan Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) provinsi Riau, dikabarkan dimintai keterangan oleh tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) provinsi Riau terkait laporan dugaan pungli mantan Kepala KPHP Minas Tahura, Jaelani, SP, MMA, Senin (19/10) kemarin.

Terkait hal ini, Kepala KPHP Minas Tahura Setyo Widodo membenarkan jika ketiga anggotanya dimintai keterangan terkait laporan mereka ke kantor Inspektorat provinsi Riau terhadap mantan Kepala KPHP Minas Tahura.

"Iya benar, tim Saber Pungli baru saja dari sini, tapi masalahnya apa, saya juga tidak tahu," ujar Setyo.

Sementara Kepala Dinas LHK provinsi Riau, Ir Mamun Murod, MM saat dikonfirmasi via selulernya juga mengaku tidak tahu.

"Saya belum langsung mendapat laporan, baru mendengar selentingan saja, jadi saya belum bisa menanggapi masalahnya apa, kita tunggu sajalah ya," katanya Selasa (20/10).

Dihubungi via selulernya, Mantan Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, Jaelani, SP, MMA yang saat ini menjabat selaku Kepala KPHP Mandau mengaku sangat kecewa atas laporan mantan bawahannya tersebut.

"Itulah yang kita sesalkan oknum-oknum di dalam yang menyampaikan laporan, tidak tahu dia historisnya, jadi apa yang dituduhkan itu tidak benar. Di laporannya saya dituduhkan melakukan pemotongan, sementara kegiatan yang bersumber dari APBD saja tidak ada," tukas Jaelani.

Jaelani juga mengaku terkait laporan mantan bawahannya ini, dirinya juga sudah menjalani pemanggilan di Mapolda Riau dan Kejati Riau.

"Laporan itu sampai di Polda, tak cukup bukti dimentahkan, sampai di Kejati juga dimentahkan, karena tidak ada unsur. Bahkan kawan-kawan di Polda dan Kejati itu beri support kita," ungkap Jaelani panjang lebar.

Jaelani mengatakan, mengenai perjalanan personil dalam melakukan pengawasan ke Lokasi PT CPI atas dasar surat perintah DLHK, "Masalah uang harian orang itu saya tidak tahu, karena semua masuk ke rekening masing-masing. Nah itulah dia, di mana saya dibilang motong-motong uang kawan-kawan itu," beber Jaelani.

Mengenai laporan ke Inspektorat, Jaelani mengaku belum ada pemanggilan, "Intinya saya siap klarifikasi jika dipanggil," pungkasnya.

Terkait ini, riaueditor bersama awak media lainnya, di antaranya Hendra Saputra dari bertuahpos.com mencoba mengonfirmasikan hal ini ke kantor Inspektorat provinsi Riau. Namun setelah satu jam lebih menunggu, Kepala Inspektorat Riau Sigit Juli Hendriawan tidak bersedia menemui wartawan dengan alasan sibuk.(har)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Cegah Pungli dan Kriminalitas Polsek Ukui Lakukan Patroli Dialogis
Personel Polsek Kerumutan Sosialisasikan Saber Pungli di Bank BRI Unit Kerumutan
Polsek Pangkalan Kerinci Terus Gencarkan Sosialisasi Saber Pungli
Polsek Ukui Sosialisasikan Saber Pungli Pada Unsur Layanan Publik di Kelurahan Ukui
Brantas Pungli, Polsek Ukui Lakukan Sosialisasi Kepada Pemuda di Kelurahan Ukui

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter