Home  / Hukrim
Skandal Jiwasraya
Hary Prasetyo Dituntut Bui Seumur Hidup & Denda Rp 1 M
Kamis, 24 September 2020 | 01:29:14
(Foto: Ari Saputra/detikcom)
Foto: Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo
JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum sidang tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hari ini menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan pidana terdakwa kasus Jiwasraya.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum menyatakan para terdakwa dari pihak Jiwasraya, terbukti melakukan perbuatan yang melawan hukum, memperkaya diri sendiri, merugikan keuangan negara. Sehingga seluruh pasal dakwaan sudah terpenuhi dan meyakinkan secara hukum.

Di persidangan hari ini, Jaksa Penuntut Umum menjatuhkan tuntutan pidana kepada Hendrisman Rahim, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda senilai Rp 1 miliar dan subsider 6 bulan kurungan.

Selanjutnya, Hary Prasetyo, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

"Menjatuhkan pidana penjara seumur hidup. Denda Rp 1 miliar Barang sitaan dirampas untuk negara c.q Kementerian Keuangan," kata Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020).

Baca: 'Ngamuk' di 5 Kota, Nasabah Wanaartha Desak Rekening Dibuka!
Hary dituntut melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Jaksa menuntut hukuman pidana penjara selama 18 tahun dan denda senilai Rp 1 miliar.

Hakim juga menyebut, para terdakwa telah melakukan kegiatan yang terencana, terstruktur, massif dan merugikan para nasabah Jiwasraya dan bertentangan dengan prinsip penyelenggaraan negara yang bersih dari korupsi.

Sementara itu, tiga terdakwa kasus Jiwasraya lainnya, Benny Tjokrosaputro, Direktur Utama Hanson International Tbk (MYRX), Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) dan Joko Hartono Tirto, Direktur PT Maxima Integra dijadwalkan menjalani sidang tuntutan Kamis besok, 24 September 2020.

Sebagai informasi, Kejaksaan Agung sudah menetapkan Hendrisman Cs sebagai terdakwa di kasus Jiwasraya. Nilai kerugian negara akibat penempatan investasi Jiwasraya baik di saham dan reksa dana ditaksir mencapai Rp 16,8 triliun berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan.

Tak hanya itu, dalam kasus Jiwasraya, Kejagung juga menetapkan satu pejabat Otoritas Jasa Keuagan dan 13 perusahaan manajer investasi (MI) sebagai tersangka.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Empat Terdakwa Korupsi Jiwasraya Divonis Bui Seumur Hidup
Kasus Korupsi Bakamla, Dirut PT CMIT Dituntut 7 Tahun Penjara
Aliansi Mahasiswa dan GEMPAR Riau Desak Kejati Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Proyek Lampu Jalan Dishub Pekanbaru
7 Pejabat Pemkab Inhu Bakal Diperiksa Kejati Riau
Korupsi dan Pungli, Bikin Investor Ngeri-Ngeri Sedap Masuk RI

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter