Home  / Hukrim
Polda Riau Tangkap Rampok Sadis Yang Tembak dan Bakar Mobil Korbannya
Selasa, 11 Agustus 2020 | 19:37:05
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Sadis, mungkin itulah kata yang cocok disematkan kepada para pelaku ini. Bagaimana tidak, pelaku rampok ini menembak korban Rizki Zulkarnain, seorang penagih uang hasil penjualan barang/sembako CV Sumber Rezeki Utama, hingga mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian pipi sebelah kanan.

Tak hanya itu, usai menembak Rizki, komplotan rampok sadis tersebut kemudian membakar mobil korban dan membawa kabur uang tunai Rp 150 juta penjualan sembako.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Pekanbaru - Danau Bingkuang, Kecamatan Tambang, Kecamatan Kampar pada Kamis (27/7) petang lalu. 

Direskrimum Polda Riau Kombes Zain Dwi Nugroho didampingi Kabid Humas Kombes Narto Saat menggelar konferensi pers mengatakan, saat itu korban bermaksud menuju ke Pekanbaru setelah melakukan penagihan di Pasar Air Tiris Kampar. 

Para pelaku yang sudah mengamati dan mengikuti korban melakukan aksinya dengan cara menghalang-halangi laju mobil korban menggunakan mobil pick up sewaan, memepet mobil korban dengan sepeda motor. Kemudian salah satu menembakkan senpi kearah kepala korban dan mengenai rahang hingga akhirnya korban menghentikan kendaraannya.

"Selanjutnya pelaku merampas mobil korban dan uang dalam tas ransel milik korban. Kemudian pelaku mengikat korban dan membuangnya di perkebunan karet Desa Sungai Pinang, Tambang Kampar," kata Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Ia menambahkan untuk menghilangkan jejak, para pelaku kemudian membakar mobil korban di perkebunan kelapa sawit Desa Petapahan, Kabupaten Kampar. 

Para pelaku membagi uang hasil kejahatannya dan masing-masing pelaku mendapat sekira Rp16 juta. Selanjutnya para pelaku kabur. Ditreskrimum Polda Riau dibantu Satreskrim Polres Kampar bergerak cepat dengan melakukan oleh TKP dan membentuk Tim khusus. Dari hasil penyelidikan, tim mendapatkan informasi keberadaan para pelaku di dua tempat yaitu di daerah Kampar dan Lampung.

"Pada Selasa (4/8) tim Opsnal Ditreskrimum Polda Riau berhasil menangkap 4 dari 6 pelaku. Keempat pelaku itu adalah FM alias FK, EH alias KH, WL dan WY alias MN," ungkap Zain. 

Dijelaskannya, pelaku FM alias FK ditangkap di Way Kanan Lampung. Ia terpaksa dihadiahkan dua butir timah panas di kakinya, karena berusaha kabur dan melawan petugas saat akan ditangkap. 

Untuk keterlibatannya, ia berperan ikut merencanakan aksi rampok dan juga melakukan penembakan terhadap korban menggunakan senjata api rakitan jenis revolver, membuang korban dan membakar mobil korban.

Lalu pelaku EH als KH ditangkap di Tapung, EH berperan mensurvey perjalanan korban, memepet dan menahan laju mobil korban.

Kemudian pelaku WL yang ditangkap di Tapung berperan membonceng tersangka FM dan ikut membakar mobil korban.

"Sedangkan pelaku WY alias MN ditangkap di Rumbio Jaya Kampar. Dia berperan menyediakan tempat/rumahnya untuk komplotan ini berkumpul dan membagi uang hasil rampokan mereka," beber Kombes Zain.

Untuk dua pelaku lainnya yang identitasnya sudah diketahui saat masih dalam pengejaran petugas. 

Dari para pelaku, tim juga berhasil mengamankan arang bukti berupa, uang tunai sisa hasil kejahatan sejumlah Rp 16.596.000, dengan perincian Rp 10 juta disita dari tersangka FM alias FK, Rp 6 juta disita dari tersangka EH alias KH, Rp 500 ribu dari tersangka WL dan Rp 96 ribu dari tersangka WY. 

Selain uang tunai, turut juga diamankan barang bukti lainnya yakni, 1 unit mobil Toyota Avanza Noppl BA 1075 AD (milik korban yang sudah terbakar), 1 unit mobil pick up Nopol BM 9904 MF, 2 unit sepeda motor Yamaha Vixion Nopol BM 5977 OX serta Honda Beat tanpa Nopol, sebutir proyektil peluru dan 5 unit Handphone.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku ingin mendapatkan uang dengan jalan pintas untuk alasan ekonomi, membayar hutang dan untuk membeli narkoba (2 pelaku positif mengkonsumsi narkoba).

"Akibat perbutannya lara tersangka dijerat pasal 365 ayat (4) KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara," tutup Zain Nugroho.

Rizki Zulkarnain, korban curas menceritakan penembakan dilakukan oleh para pelaku dari arah samping mobil yang dikendarainya setelah dipepet dan dihalang halangi pelaku lainnya.

"Setelah saya ditembak, mereka berdua masuk kedalam mobil saya sambil menodongkan senjata. Saya inginnya keluar mobil tapi tidak dikasih. Biarlah harta benda saya diambil asal nyawa saya selamat. Pipi saya sudah berdarah, daging kulit pipi saya sudah tembus ke rahang, tapi saya tidak dikasi keluar mobil sama mereka," kisah Rizki sambil berharap para pelaku dihukum seberat beratnya. (R11)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Jasad Mr X yang Ditemukan Tewas Dalam Sumur Warga Tualang Ternyata Warga Pekanbaru
Dor, Joki Jambret Maut Yang Tewaskan Korbannya di Bekuk di Sumbar
Kapolda Riau Kunjungi RS Aulia Pekanbaru Cek Penanganan Pasien Covid-19
Kapolda Riau Lepas 387 Personil Gabungan Buru Warga Tak Patuhi Protokol Kesehatan
Ungkap Peredaran Gelap Narkoba, Polda Riau Amankan 2 Karyawan dan Seorang Pemandu Lagu di Imperial KTV Hotel Grand Central

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter