Home  / Hukrim
Kasus Predator Seks di Tangerang Terbongkar, Korban Dicabuli 30 Kali
Selasa, 14 Juli 2020 | 17:23:10
(Foto: Okezone/Hambali).
Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan merilis sejumlah kasus perkosaan dan pencabulan di wilayah hukum Tangsel, termasuk pencabulan terhadap anak-anak di Pengadegan, Selasa (14/7/2020).
TANGERANG SELATAN - Polres Tangerang Selatan membongkar kasus predator seks yang dilakukan seorang satpam. Korban diduga mencapai belasan anak laki-laki.

Pelaku, Syafrudin (40), telah dijebloskan ke tahanan Polres Tangsel. Polisi kini sedang mendalami dan mengembangkan kasus ini.

Kejahatan seksual itu terjadi di Kampung Pagerhaur, RT01 RW01, Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Secara hukum, wilayah itu masuk dalam penanganan jajaran Polres Tangsel.

Syafrudin tinggal di rumah kontrakan, Kampung Pagerhaur. Di tempat ini dia diduga mencabuli para korbannya. Polisi menduga aksi bejat itu telah dilakukan tersangka sejak setahun lalu. Tiap anak mendapat perlakuan berbeda-beda atas nafsu kelainan seksualnya.

"Ada satu korban yang sudah diperlakukan (dicabuli) lebih dari 30 kali, ada juga yang lebih. Intinya sudah lebih dari satu kali, dan dilakukan sudah satu tahun ini," terang Kapolres Tangsel, AKBP Iman Setiawan, Selasa (14/7/2020).

Iman menuturkan, salah satu modus pelaku menjalankan aksinya yaitu dengan mengiming-imingi calon korban bermain game. Dugaan lain, tersangka mengajak calon korban ke rumah kontrakannya dengan iming-iming akan memberikan burung merpati atau meminjamkan motor.

"Jadi korban diiming-imingi bermain game, lalu oleh pelaku dipertunjukkan video porno. Saat anak-anak melihat video itu, dilakukanlah pencabulan berupa memainkan alat kelamin korban oleh pelaku," kata Iman.

Dia menuturkan, pelaku diduga memiliki kelainan seksual atau suka sesama jenis. Karena itu dia hanya mengincar anak laki-laki sebagai korban.

Kendati demikian, polisi memastikan pencabulan terhadap para korban tanpa disertai pula penetrasi atau sodomi oleh pelaku.

"Tidak ada (penetrasi), jadi hanya dipegang-pegang," kata dia.

Peristiwa bejat pelaku baru terbongkar pada 1 Juli 2020. Kecurigaan berawal saat orang tua dari salah satu korban mencari keberadaan anaknya yang tak terlihat bermain di luar rumah.

Begitu dicek ke kediaman pelaku, rupanya pintu kontrakan dalam kondisi tertutup rapat tanpa sendal di teras kontrakan. Tak lama, korban pulang ke rumah dan bercerita jika ternyata dia bermain di rumah kontrakan pelaku dan menceritakan apa yang terjadi.

Berawal dari cerita itu, Syafrudin diinterogasi oleh ketua RT dan RW. Dia pun mengakui perbuatannya. Dari penelusuran, para korban rata-rata berusia 7 tahun hingga 12 tahun. Saat ini baru empat keluarga yang melapor ke polisi. Namun diduga korban mencapai belasan orang.

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Undangan Pesta Seks Gay Kuningan Tertulis : New Normal Koempoel-Koempoel Pemoeda
Pesta Seks Gay di Apartemen Kuningan, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
Viral, Sepasang Kekasih Nekat Berhubungan Seks di Taman Probolinggo
Ny. Nanny Hadi Tjahjanto Pimpin Sertijab Ketua Seksi Organisasi Dharma Pertiwi
Kesaksian Korban Fetish Jarik yang Dibungkus Gilang Langsung

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter