Home  / Hukrim
Eks Menpora Imam Nahrawi Divonis 7 Tahun Penjara
Senin, 29 Juni 2020 | 19:00:17
(CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Eks Menpora Imam Nahrawi divonis bersalah dalam kasus korupsi pemberian dana hibah dan gratifikasi kepada KONI
JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dengan pidana 7 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Imam dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut terkait pemberian dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta gratifikasi.

"Mengadili, menyatakan terdakwa IR (Imam Nahrawi) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan beberapa tipikor secara bersama dan berlanjut sebagaimana diancam dakwaan kesatu dan kedua," ujar Hakim Ketua Rosmina saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/6).

Selain itu, majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp18.154.238,82 kepada Imam. Hakim juga mencabut hak untuk dipilih menempati jabatan publik selama 4 tahun setelah selesai menjalani hukuman pidana.

Hakim turut menolak permohonan justice collaborator yang diajukan Imam. Vonis untuk Imam tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK.

Sebelumnya Imam dituntut dengan pidana 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan. Ia juga dituntut membayar uang pengganti sejumlah Rp19,1 miliar dan

Selain itu, Imam juga dituntut pidana tambahan berupa pencabutan hak dipilih dalam pemilihan jabatan publik selama lima tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokok.

Imam didakwa menerima suap sebesar Rp11,5 miliar dan gratifikasi Rp8,64 miliar dalam kasus ini.

Dalam pleidoi yang dibacakan pada sidang sebelumnya, Imam mengaku tak menikmati sepeser rupiah pun uang hasil suap dan gratifikasi sebagaimana dakwaan jaksa. Ia bahkan meminta majelis hakim mengabulkan justice collaborator (JC) yang telah diajukan.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku akan membantu mengungkap aliran dana sebesar Rp11,5 miliar yang dituduhkan jaksa diterima dirinya.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bos APLN Dipanggil MA Terkait Kasus Nurhadi
Polda Riau Saat ini Proses 51 Kasus Karhutla
Suheri Terta dan Gulat Manurung Disebut Gencar Lobi Annas Maamun Untuk Teken Revisi
Dituding Tutupi Kasus Jiwasraya, BPK Siap Laporkan Bentjok
KPK Berharap Majelis Hakim Tipikor Vonis Imam Nahrawi Sesuai Tuntutan Jaksa

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter