Home  / Hukrim
5 Fakta Penangkapan Eks Sekretaris MA Nurhadi
Selasa, 2 Juni 2020 | 05:36:38
(Foto: Antara/Hafidz Mubarak).
Mantan Sekretaris MA Nurhadi ketika mendatangi KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Selasa (6/11/2018).
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) yang sempat menjadi daftar pencarian orang (DPO). Nurhadi ditangkap bersama menantunya yang juga DPO Rezky Herbiyono di kawasan Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020) malam.

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango mengatakan, penangkapan Nurhadi dan Rezky dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB. Nawawi tidak menjelaskan detail di mana lokasi penangkapan tersebut.

"Tadi sekitar jam 21.00 WIB di sebuah rumah di bilangan Jakarta Selatan," kata Nawawi kepada iNews.id, Senin.

Dia mengapresiasi para penyidik yang berhasil menangkap Nurhadi dan Rezky. KPK, menurut Nawawi, akan menjelaskan detail penangkapan hari ini, Selasa (2/6/2020).

"Apresiasi untuk tim penyidik yang telah bekerja keras dan hingga saat ini masih di lapangan," katanya.

KPK menetapkan Nurhadi menjadi sebagai tersangka terkait kasus duggan suap dan gratifikasi MA senilai RP46 miliar.

Berikut ini lima fakta mengenai penangkapan Nurhadi:

1. Pengungkapan kasus Nurhadi berawal dari OTT Rp50 juta di tahun 2016

Kasus ini bermula saat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebesar Rp 50 juta, 20 April 2016. KPK saat itu menangkap seorang pengusaha bernama Doddy Ariyanto Supeno dan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution di Hotel Acacia, Jakarta.

Uang senilai Rp50 juta digunakan untuk mengurus pendaftaran Peninjauan Kembali (PK) PT Across Asia Limiter (AAL) oleh Doddy. Barang bukti uang tersebut diberikan Doddy kepada Edy Nasution.

PT AAL diketahui sebagai anak usaha Lippo Group. KPK kemudian mengendus keterlibatan eks Bos Lippo Group, Eddy Sindoro, sebagai tersangka. Dia diduga terlibat dalam perkara suap tersebut.

Saat melakukan pemeriksaan kepada Eddy Sindoro itu, KPK menduga ada pihak lain yang juga menjadi mafia kasus di MA. Nama Nurhadi kemudian muncul di persidangan.

2. Nurhadi diduga menjadi makelar Kasus di MA 2015-2016

KPK selanjutnya menemukan bukti permulaan yang cukup dalam perkara suap terkait pengurusan perkara yang dilakukan sekitar tahun 2015 2016 dan gratifikasi yang melibatkan Nurhadi.

3. Nurhadi ditetapkan sebagai tersangka beberapa hari sebelum Ketua KPK Firli Bahuri dilantik

KPK menetapkan Nurhadi menjadi tersangka pada 16 Desember 2019. Penetapan tersebut hanya beberapa hari sebelum Ketua KPK Firli Bahuri resmi menjabat pada 20 Desember 2019.

Selain Nurhadi, KPK menetapkan dua tersangka lainnya yakni menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto selaku Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan miris terhadap kasus tersebut. Padahal MA diharapakan dapat menjadi tempat bagi masyarakat mencari keadilan.

"Sehingga diharapkan para penegak hukum dan pejabat lain yang ada di jajaran peradilan memahami hal tersebut sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara bersih tanpa korupsi," kata Saut, 16 Desember 2019.

4. Ditetapkan jadi DPO karena tak kooperatif saat diperiksa

KPK menyebutkan Nurhadi selama tidak menunjukan iktikad baik saat diperiksa. Saat itu, KPK sulit melacak keberadaan Nurhadi.

Nurhadi bersama tiga tersangka lainnya ditetapkan menjadi DPO pada 13 Februari 2020. Masyarakat diminta melapor jika mengetahui keberadaan Nurhadi.

"Begini, sebelumnya KPK juga seperti itu kan, ada beberapa tersangka yang kita jemput, kalau kita tahu keberadaannya. Tetapi sampai saat ini kita tidak tahu keberadaannya, maka dari kita keluarkan DPO," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Jumat, 14 Februari 2020.

5. Dilaporkan rutin menukar uang di Mampang Prapatan dan Cikini

Beredar kabar Nurhadi biasanya setiap minggu menukarkan uang sebanyak dua kali yang jumlahnya mencapai sekitar Rp1 miliar untuk kebutuhan sehari-hari di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan Cikini, Jakarta Pusat. Sementara di akhir pekan lebih banyak sekitar Rp1,5 miliar yang digunakan untuk membayar gaji buruh bangunan dan gaji pengawalnya.

"Yang melakukan penukaran bukan Nurhadi, biasanya menantunya Rezky Herbiyono atau karyawan kepercayaannya yang juga ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut," ucap Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, Sabtu (9/5/2020).

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Setelah Viral di Media Sosial, Pemerkosa Ratusan Perempuan di Mesir Ditangkap
KPK Tetapkan Ismunandar Bupati Kutai Timur Tersangka Korupsi Infrastruktur
Terjaring OTT KPK, Ini Harta Bupati Kutai Timur Ismunandar
KPK Tahan Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia Taufik Agustono
Polisi Tangkap Dukun Cabul di Depok, Modus Mandi Kembang 4 Perempuan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter