Home  / Hukrim
Miris, Wanita Hamil dan Suaminya di Pekanbaru Jadi Pengedar Narkoba
Jumat, 8 Mei 2020 | 18:57:25
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Sepasang suami istri (pasutri) di Kota Pekanbaru diamankan polisi karena terlibat peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Pasutri itu adalah Philip Thomas Sirait alias Philip (32) dan Ayu Wahyuni Ferlin alias Ayu (32), warga Jalan Tengku Bey l Gang Melon Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Saat ditangkap, Ayu ternyata tengah hamil 6 bulan.

Dari tangan keduanya, tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Pekanbaru menyita sabu-sabu seberat 99,2 gram lebih. 

Tak hanya menjadi pengedar, saat dilakukan tes urine, sang suami juga positif menggunakan narkoba. Philip sebelumnya juga pernah ditahan dalam kasus yang sama dan bebas pada bulan Nopember 2019 lalu. 

"Keduanya ditangkap dilokasi berbeda dikawasan Jalan Tengku Bey, Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya pada Selasa (14/4/2020) lalu sekitar pukul 17.30 Wib," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Jumat (08/5/2020).

Penangkapan pasutri itu berdasarkan informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkotika jenis sabu di Jalan Tengku Bey l Gang Melon, Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. 

"Awalnya, polisi menangkap tersangka Ayu dirumahnya. Dari hasil penggeledahan ditemukan 1 paket besar sabu seberat 49,4 gram, 2 paket sedang sabu dengan berat 13,7 gram dan 1 botol cotton bud berisi sabu dengan berat 36,1 gram, 1 unit timbangan digital, 1 buku rekap hasil penjualan sabu serta barang bukti lainnya terkait narkoba," jelas Sunarto.

Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Philip disebuah ruko yang berlokasi di Jalan Tengku Bey Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau.

Bersama Philip turut diamankan barang bukti 1 paket plastik bening berisikan sabu seberat 0,5 gram yang ditemukan dilantai rukonya. 

Keduanya lantas digelandang ke Mapolresta Pekanbaru untuk dilakukan pemeriksaan. Kepada penyidik, Philip mengaku bahwa barang haram tersebut di dapat dari seorang laki-laki tidak dikenal di dalam Lapas Gobah yang dipanggil dengan sebutan Y. 

"Diduga ini merupakan jaringan Lapas dan kini masih dilakukan pengembangan lebih lanjut," kata Sunarto. 

Atas kejahatan yang dilakukan mereka, keduanya dijerat Pasal 112 Jo Pasal 114 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun maksimal 20 tahun atau seumur hidup. (R11)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Grebek Bandar Narkoba di Pekanbaru, Polisi Amankan 5 Kg Lebih Sabu, Pil Ekstasi, Ganja dan Senjata Api Jenis Pen Gun
Tangkap 2 Kurir Narkoba di Dumai, Polda Riau Sita 15,8 Kg Sabu
Babinsa Koramil 06/SH Lakukan Penegakan Disiplin Protokoler Kesehatan di Pasar dan Tempat Keramaian
Api berhasil dipadamkan, Polisi Lidik Pelaku Pembakaran di Rangsang
Babinsa Koramil 06/SH Komsos dan Pantau Pasokan Harga Ikan Laut

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter