Home  / Hukrim
Terdakwa Kasus Pencucian Danau Gema Kampar Kiri Dituntut 5 Setengah Tahun Penjara
Rabu, 4 Maret 2020 | 19:23:10
istimewa
PEKANBARU, riaueditor.com - Sidang pembacaan tuntutan  kasus pencucian danau Desa Gema kecamatan Kampar Kiri, dengan terdakwa, Syarifudin alias Arif Subayang di pengadilan negeri Pekanbaru, Selasa, 03/03/2020 menyisakan tanda tanya bagi penasehat hukum terdakwa, Ridwan Comeng SH.MH dan Said Ahmad Kosasih SH. Pasalnya tuntutan jaksa dinilai oleh kuasa hukum terdakwa sangat tidak berdasar, emosional dan sentimentil. 

"Klien kami dituntut 5 tahun 6 bulan penjara, denda 200 juta rupiah dan ditambah lagi membayar pengganti sebesar 260 juta rupiah, apabila uang pengganti tidak ada, maka asetnya akan disita sesuai nilai uang pengganti", ujar Said Ahmad Kosasih SH.

Ridwan Comeng SH.MH pun menimpali, ia mengungkapkan tuntutan tersebut terkesan aneh.
 
"Dan apabila aset terdakwa nilainya kurang dari nilai itu, maka akan diganti dengan kurungan penjara selama 2 tahun 9 bulan, Ada apa ini?", ungkap Ridwan Comeng SH.MH seusai sidang pada awak media.

Dalam kesempatan itu Ridwan Comeng juga menyebutkan dugaan kalau jaksa hanya menuntut secara emosional, dengan menerapkan pada pasal 2 UU tipikor terhadap kliennya, Syarifuddin alias Arif Subayang.

"Sangat tidak berperikemanusiaan, Padahal berdasarkan fakta dan keterangan saksi yang hadir di persidangan klien kami hanya subcontrak yang mengerjakan pekerjaan sesuai kontrak dan pekerjaan itu selesai", sebutnya


Ridwan Comeng SH.MH juga mengatakan, hanya karena pekerjaan di subcontrakkan kliennya dikenakan pasal 2 Undang Undang Tipikor, 

"Padahal menurut saksi ahli dari BPKP ini Terdakwa telah melanggar Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa dimana pekerjaan tidak boleh di subconkan, artinya ini hanyalah pelanggaran admininistrasi, mengapa bisa menjadi kerugian negara", katanya.

Masih dari keterangan Ridwan Comeng SH.MH, sementara itu dalam objek perkara yang sama dengan dua terdakwa sebelumnya, seorang PPK selaku penyelenggara negara dan Direktur Pemenang proyek telah terlebih dahulu diputus perkaranya, dimana Jaksa hanya menuntut 1 tahun 8 bulan.

"Bagaimana bisa seorang subcon alias tukang dituntut lebih besar dari terdakwa sebelumnya (Fera Siswandi-red) yang seorang Penyelenggara Negara?", tuturnya.

Dan perlu diketahui bahwa sebelumnya Terdakwa Fera Siswandi telah pula mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 300.000.465.90 kepada kejaksaan negeri Kampar. Dan itu tertuang dalam Berita acara pengembalian titipan Uang pengganti tanggal 14 Maret 2017 yang dikeluarkan kejaksaan negeri kampar.

"Dalam kesempatan ini Kami selaku Kuasa Hukum terdakwa akan maksimal dalam membuat nota pembelaan atau pledoi berdasarkan fakta hukum persidangan", ucap Said Ahmad Kosasih SH.

Selain itu Kuasa hukum terdakwa juga akan melayangkan surat pengaduan kepada Jaksa Pengawas Kejaksaan Agung RI terhadap tindakan semena-mena Jaksa dalam mendakwa dan membuat tuntutan.

"Apalagi Jaksa sudah keliru dalam membuat dakwaan karena mendakwa klien kami dengan dakwaan orang lain dalam kasus berbeda alasan salah ketik", tambahnya.(rls)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Wahyu Didakwa Terima Rp500 Juta dari Gubernur Papua Barat
Sumsel Tanpa Zona Hijau Corona, Kepri Capai Ratusan Kasus
Kasus Positif Corona RI Kembali Nyaris 1.000 Orang/Hari
12 Pasien Positif Covid-19 di Riau Tertular dari Klaster Ponpes Magetan
Taufik Hidayat Akui Jadi Perantara Gratifikasi Imam Nahrawi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad