Home  / Hukrim
Surat Tebas Tebangnya Tak Kunjung Dikembalikan, Lahan Sawit Sujadi Berpindah Tangan
Rabu, 6 November 2019 | 19:37:03
ilustrasi
PEKANBARU, riaueditor.com - Permasalahan pertanahan saat ini masih belum cukup baik, hal ini terbukti dari banyaknya tumpang tindih tanah diantara masyarakat yang berujung pada persengketaan.

Seperti halnya yang dialami Sujadi, pasca tanahnya seluas 10 hektare yang diduga dikuasai pihak lain, Sujadi yang sebelumnya jadi toke buah sawit, sekarang jadi menganggur.

Berdasarkan informasi yang diterima, Sujadi tidak lagi bisa memanen hasil sawitnya pasca tanahnya diklaim oleh inisial EC yang mengaku telah membeli tanah tersebut dari inisial JM, dan tanaman sawit milik Sujadi pun sudah dirobohkan EC melalui orang suruhannya.

Saat dikonfirmasi, Sujadi mengakui bahwa benar tanahnya yang berlokasi di Jalan Raya Lama Km 5 Desa Dayun, Kecamatan Dayun Kabupaten Siak seluas 10 Hektar dan sudah ditanami sawit sudah tidak lagi bisa dipanen dan pohon sawitnya sudah dirobohkan.

Selain itu Sujadi juga menceritakan bahwa ada surat tebas tebang yang dipinjam oleh JM guna kepentingan Persidangan yang tak kunjung dikembalikan kepadanya.

Yang mana surat tebas tebang itu merupakan surat dasar terbitnya Surat Keterangan Ganti Kerugian (SKGR) atas tanah Sujadi yang sekarang diduga telah dikuasai pihak lain yang berinisial EC.

Dan terkait hal tersebut Sujadi sudah membuat pengaduan ke Polres Siak pada bulan April tahun 2018 dengan delik aduan dugaan Penipuan dan Penggelapan, dan disusul dengan laporan ke Polda Riau beberapa bulan kemudian tentang adanya dugaan Pencurian dan Penyerobotan.

Kuasa hukum Sujadi, dkk dari Pusat Advokasi dan Bantuan Hukum Riau (PABHR), Edwar Pasaribu, SH didampingi Sugiharto, SH, Syamsurizal, SH dan Edward Sibarani, SH,MH saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan dan laporan Sujadi, dkk ke Polres Siak dan Polda Riau.

Di pihak lain, kuasa hukum dari JM dan EC, yakni H. Muhammad Taufik SH, MH, saat dihubungi via telepon, mengatakan kalau memang pencurian tentukan dulu siapa pencurinya dan punya siapa yang dicuri, karena yang menanam sawit itu adalah JM, dan EC membeli pada JM.

"Kalau pencurian yang dicuri itu punya siapa?, sawit itu ada di situ, yang nanam namanya pak Jamingan, nah dia beli sama pak Jamingan", ujarnya.

Ia juga menambahkan, baik Sujadi maupun JM sama-sama punya surat, jadi harus ditentukan dulu hak diantaranya keduanya.

"Kalau penyerobotan, dia sama-sama punya surat, jadi dimana penyerobotan nya?, Itu harus ditentukan dulu haknya, hak Sujadi atau hak Edi Candra", tambahnya.

Kapolres Siak, AKBP Dody melalui Kasat Reskrim, AKP Faizal Ramzani, Sik saat dikonfiormasi via WhatsApp terkait laporan Sujadi terhadap Edi Candra, AKP Faisal Ramzani, SiK meminta pihak media untuk mendatangi Polres Siak saja dan menjumpai Kanit yang menangani perkara tersebut.

"Silahkan ke kantor saja bang, temui Kanit yang menangani, Trims", tulisnya.(Raf)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
RDP Komisi II DPRD Riau, PT AA dan KPSL Sepakati 4 Poin
Konflik Lahan, Komisi II DPRD Riau Gelar RDP Dengan PT Arara Abadi
Prajurit TNI di Perbatasan Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Kebun Sayur
Terekam CCTV Masjid Cabuli Bocah Kelas I SD, Guru Ngaji di Tembilahan Dibekuk Polisi
Ditikam 4 Kali, Pria di Tembilahan Tewas

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad