Home  / Hukrim
Polda Riau Tetapkan Direktur Utama dan Pjs Manager Ops PT SSS Tersangka Karhutla
Pjs Manager Ops PT S5S ditahan di Mapolda Riai
Selasa, 8 Oktober 2019 | 18:16:33
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Penyidik Satgas Gakkum Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau menetapkan dua petinggi korporasi PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Keduanya adalah EH sebagai Direktur Utama dan AOH selaku Manager Operasional PT SSS yang bekerja di lapangan.

"Ada dua dari PT SSS yang telah kita tetapkan sebagai tersangka. Pertama Dirutnya, kedua Pjs Manager Operasional PT SSS," kata Dir Reskrimsus Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi SIK MH didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, saat acara jumpa pers Selasa (8/10).

Satu tersangka An EDH, sesuai perintah Undang Undang, yang mewakili perusahaan tidak dapat ditahan dan satu tersangka An AOH telah di tahan.

Penetapan sebagai tersangka ini dilakukan setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan serta keterangan saksi ahli terkait kasus ini.

Menurut Andri Sudarmadi, kejadian kebakaran hutan dan lahan PT SSS itu terjadi di blok I areal PT SSS di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau tanggal 23 Februari 2019 seluas 155, 2 hektare.

Selain menetapkan kedua pejabat di PT SSS sebagai tersangka, pihak kepolisian juga menyita barang bukti diantaranya, NPWP, SK Bupati Pelalawan IUP PT SSS, Akte keputusan rapat 22 Maret 2019, dokumen Amdal, RKL dan RPL.

PT SSS sengaja atau lalai dengan tidak menyiapkan peralatan untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. 

"Diareal bekas kebakaran hutan dan lahan yang masuk kerja PT SSS ditemukan kayu-kayu (log) bekas tebangan hutan yang sengaja dibiarkan dan galian bekas parit kanal. Ada juga ditemukan pos security dan bibit sawit yang disiapkan untuk ditanam diareal yang terbakar itu," ungkapnya.

Ditambahkan Andri Sudarmadi selain PT SSS, ada salah satu perusahaan di Riau yakni PT Adei yang lahannya turut terbakar. 

"Ada lagi satu, PT Adei yang ditangani Ditreskrimsus Polda Riau bersama Bareskrim Mabes Polri," ujar Andri. 

Tersangka karhutla diancam pidana 3 hingga 10 tahun, sedangkan penanganan korporasi, hakim dapat menjatuhkan pidana kepada korporasi dan pengurus.

"Sanksi korporasi bisa denda dan pencabutan izin. Pengurusnya bisa disanksi pidana kurungan penjara," pungkasnya. (dri)  




Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Gubernur Syamsuar Apresiasi Polda Riau Tembak Mati Dua Bandar Narkoba
Dinilai Janggal, Ketua KKP Kembali Dilaporkan ke Polda Riau
Polda Riau Gagalkan Peredaran 88,72 kg Sabu, Ribuan Pil Ekstasi dan Happy Five
Baksos Kesehatan Polda Riau, Bhayangkari Inisiasi Ruang Kelas Aman Asap
Tangani Karhutla, Polda Riau Datangkan Drone Khusus dan Tim Ahli

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad