Home  / Hukrim
Dugaan Suap Noviwaldi Jusman ke KPPS, Polisi Periksa Pengantar Uang
Senin, 19 Agustus 2019 | 08:22:05
riaueditor
Noviwaldi Jusman alias Dedet, anggota DPRD dari Partai Demokrat yang diduda menyuap KPPS.
PEKANBARU, riaueditor.com - Penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru memeriksa Ar (Arif), orang yang mengantarkan dugaan uang suap ke Ketua Kelompok Penyelenggara Pungutan Suara (KPPS) berinisial Is. 

Is merupakan Ketua KPPS di Dapil Pekanbaru I pada Pemilihan Umum (Pemilu) Pilleg dan Pilpres April 2019 lalu.

Kasus dugaan suap ini melibatkan seorang oknum Caleg DPRD Provinsi Riau dari Dapil I Kota Pekanbaru bernama Noviwaldi Jusman alias Dedet 
 
"Iya benar, tadi penyidik memeriksa saksi inisial Ar untuk laporan dugaan suap KPPS," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Awaluddin Syam, saat dihubungi wartawan, Minggu (18/8/2019).
 
Awal menyebutkan, pemeriksaan Ar selama hampir 5 jam itu terkait seputaran dugaan uang suap untuk Is. Awal menyebutkan, Ar memang menawarkan diri untuk diperiksa.
 
"Karena sebelumnya dia kan sudah kita panggil, tapi tidak datang. Dan, hari ini dia datang sendiri untuk memberikan keterangannya," kata Awal.
 
Menurut Awal, selain Ar ada juga saksi lain yang berhubungan dengan pengantaran uang suap tersebut. Dia memastikan, pekan depan ada empat  saksi yang akan diperiksa, termasuk yang mengantarkan uang itu.
 
"Pekan depan, ada empat saksi yang kita agendakan untuk datang memberikan keterangannya. Surat panggilan, sudah kita sampaikan," kata Awal.
 
Tidak hanya hari ini, kata Awal, pada Selasa (20/8/2019), polisi juga akan memeriksa NJ yang disebut-sebut sebagai caleg petahana yang diduga memberikan uang itu untuk Ketua KPPS, Is.
 
"Sebelumnya kan NJ sakit, jadi tidak bisa hadir untuk diperiksa. Jadi kita jadwalkan lagi, kalau tidak Selasa, ya Rabu lah jadwal pemeriksaannya," ucap Awal.
 
Sementara itu, untuk Ketua KPPS inisial Is telah dilakukan pemeriksaan pada Kamis, 1 Agustus 2019. Dia juga akan diperiksa kembali pekan depan.
 
Awal menyebutkan, keterangan dari para terlapor dan saksi itu nantinya sebagai bahan dan bukti dalam penyelidikan dugaan suap tersebut.
 
Bahkan, polisi juga telah mendapat Surat Keterangan (SK) sebagai KPPS milik IS, yang didapatkan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru. "Selanjutnya, kita mengagendakan keterangan saksi ahli untuk keterangan tambahan," tegas Awal.
 
Awal belum membeberkan siapa dan dari mana saksi ahli itu. Sebab, hal itu demi kepentingan penyelidikan, agar tidak bocor ke pihak manapun. "Nanti saja setelah kita periksa, kita jelaskan saksi ahlinya siapa," ucap Awal.
 
Satreskrim Polresta Pekanbaru mendalami unsur tindak pidana korupsi dalam kasus dugaan suap Iskandar. Dia diduga menerima suap dari anggota DPRD Riau, Noviwaldy Jusman. Kini dia terpilih kembali dari Partai Demokrat.
 
Awal mengatakan, dalam perkara tersebut, baik penerima maupun pemberi sama-sama dapat dijerat dengan pidana korupsi.
 
"Ini kan menggunakan Undang-undang pidana korupsi, gratifikasi. Baik pemberi dan penerima merupakan tersangka pidana. Dan itu prosesnya harus gelar di Polda Riau," kata Awal.
 
Kasus dugaan suap melibatkan NJ ini terjadi saat proses pemungutan suara pada pemilihan umum April 2019. Saat itu, NJ yang merupakan calon petahana kembali bertarung di pemilihan legislatif dan berhasil duduk kembali.
 
Hingga kini, NJ belum memberikan keterangan maupun klarifikasi terkait dugaan suap yang menyeret namanya tersebut. Sementara Is sudah diputus KPU Kota Pekanbaru pada 26 Juni 2019, karena terbukti melanggar kode etik sebagai penyelenggara Pemilu. (***)
 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kronologi Pemukulan oleh Polisi Versi Mahasiswa Bogor
Melintas di Jambi, Oknum Polisi Polresta Pekanbaru Bersama Dua Warga Rumbai Ditangkap
Pengemudi Mobil Tewas Usai Diintimidasi Polisi
Deretan ‘Gudang’ Uang Punya Irwan Mussry, Suami Maia Estianty
Ketum Dharma Pertiwi Wisata Kejuangan Bersama Putra-Putri Prajurit TNI

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad