Home  / Hukrim
KPK Pelajari Soal ‘Uang Kopi’ untuk Anak Menpora Imam Nahrawi
Sabtu, 6 Juli 2019 | 11:37:17
(Doc. Net)
Menpora, Imam Nahrawi
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sedang mempelajari uang kopi Rp2 juta dari Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy sebagaimana terungkap dalam kesaksian Asisten Pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis, (04/07/2019).

Menurut Ulum, uang Rp2 juta yang diterima dari Ending digunakan untuk ngopi dengan dua anak Imam Nahrawi.

"Kami akan mendalami dan JPU akan melihat terutama pas proses di tuntutan ya. Akan dianalisis lebih lanjut apakah misalnya memang bisa dilakukan pengembangan perkara dan kalau bisa dilakukan pengembangan perkara di dalam ruang lingkup apa dan terhadap siapa," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, (05/07/2019).

Dia menegaskan munculnya sejumlah fakta baru dalam persidangan seperti uang kopi dan nama-nama baru, masih akan dipelajari oleh jaksa untuk dielaborasi dengan fakta sebelumnya.

"Kalau ada fakta baru juga jadi catatan bagi kami dan kami cermati lebih lanjut," ujar Febri.

Sebelumnya, Ulum mengatakan, awal permintaan uang itu terjadi pada saat pertemuan 'tidak sengaja' dengan Ending di Plaza Senayan. "Iya, Pak. Saya menerima uang dari Pak Hamidy di Pacific Place, eh, Plaza Senayan," kata Ulum dalam sidang lanjutan dugaan suap dana hibah KONI di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, (04/07/2019).

Ulum mengatakan demikian menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ronald Worotikan. Ulum mengakui meminta uang tersebut dan langsung diberikan oleh Ending sebesar Rp2 juta.

"Saya minta uang kopi, gitu saja. Seingat saya Rp2 juta," ucap Ulum.
 
Dalam perkara ini, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhi vonis terhadap petinggi KONI selaku pemberi suap. Masing-masih kepada Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dengan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan.

Sementara Bendahara Umum KONI Johny E Awuy dijatuhi vonis 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Selain itu, terdakwa penerima suap seperti Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto masih menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kejagung Tetapkan 4 Tersangka di Kasus Korupsi Danareksa
TNI Terima Hibah Lahan Pembangunan Makogabwilhan III di Papua
Duet Sri Mulyani-Nadiem Rombak Dana BOS
Syarat Guru Honorer Bisa Terima Gaji dari Dana BOS
Pemda Disebut Kerap Akal-Akalan untuk Pangkas Dana BOS

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad