Home  / Hukrim
LSM IMD Ungkap Peran SF Hariyanto Dalam Kasus Dugaan Korupsi Pipa Transmisi di Tembilahan
Senin, 24 Juni 2019 | 11:29:24
riaueditor
R Adnan SH, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesian Monitoring Development (IMD),
PEKANBARU, riaueditor.com – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau, Ir SF Hariyanto MT termasuk salah seorang yang bertanggungjawab atas kasus korupsi pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Indragiri Hilir, yang sudah masuk tahapan amar putusan di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru. SF Hariyanto, selaku Pengguna Anggaran pada 2013, selain dianggap lalai dalam tupoksinya, juga dituding mengintervensi agar PT Panatori Raja menjadi pemenang proyek di Dinas PU Riau itu.

Demikian ungkap R Adnan SH, dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesian Monitoring Development (IMD), yang merupakan salah satu pelapor kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pekerjaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Indragiri Hilir, Tahun Anggaran 2013.

Bahkan, Adnan mendesak Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau segera menetapkan SF Hariyanto sebagai tersangka menyusul Muhammad ST MT, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Riau. Keduanya, merupakan pihak yang juga harus bertanggungjawab atas proyek yang didugakan korupsi tersebut.

"Sejak awal, LSM IMD melakukan investigasi atas kasus itu dan melaporkannya ke penegak hukum. Kita mendesak mantan Kadis PU Riau SF Hariyanto saat proyek dimaksud dilelang, dijadikan tersangka menyusul tiga nama yang sudah jadi terdakwa, dan Muhammad yang sudah ditulis tersangka dalam nota dinas gelar perkara di Mabes Polri, Selasa (13/6/2019),'' tegas R Adnan, kepada media siber ini, Senin (24/6/2019) pagi.

Menurut Adnan, hasil investigasi LSM IMD diduga adanya peran Kepala Dinas PU Riau saat itu, SF Hariyanto selaku Pengguna Anggaran, telah lalai menjalankan tupoksinya.

"Bahkan, SF Hariyanto diduga melakukan intervensi dan memaksakan perusahaan pemenang yang beralamat di Jalan M Nawi Harahap No. 151 Medan, Sumatera Utara itu, dan setelah kami cek alamat palsu," pungkas Adnan. 

Ketika dikonfirmasi riaueditor.com via telepon selularnya, Rabu (19/6/2019), SF Hariyanto tidak berhasil dihubungi, hanya terdengar nada masuk. Pertanyaan via WhatsApp terkait dugaan peran dia selaku Kadis PU Riau dan PA telah lalai menjalankan tupoksinya, bahkan diduga melakukan intervensi dan memaksakan pemenang, hanya dibaca SF Hariyanto yang sekarang menjabat Inspektur Wilayah II Kementerian PUPR RI.

Seperti diberitakan, Muhammad ST MT, Wakil Bupati Bengkalis, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan tahun 2013. Status ini disandang mantan Kabid Cipta Karya PU Riau  itu, saat gelar perkara di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (13/6/2019) siang. Gelar perkara ini, sesuai rujukan surat Kapolda Riau Nomor: B/639/VI/RES.3.3.5/2019/Reskrimsus tanggal 11 Juni 2019.

Namun, status tersangka Muhammad ini dibantah oleh Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Suharto, kendati membenarkan adanya gelar perkara kasus dugaan korupsi proyek pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kamis (13/6/2019) sore, di Bareskrim Polri.

''Belum (tersangka), ternyata berkasnya masih perlu pendalaman lagi,'' sebutnya, Kamis (13/6/2019) malam.

Diberitakan sebelumnya, kasus korupsi pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, tahun 2013, diambil alih dan di bawah supervisi Mabes Polri karena melibatkan Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad ST MT, yang saat itu menjabat Kabid Cipta Karya Dinas PU Provinsi Riau. Sosok ini, diungkap memiliki peranan penting dalam kasus yang telah menyeret tiga terdakwa.

Kepala Biro (Karo) Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Senin (12/11/2018), mengatakan pengerjaan proyek bersumber dari APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2013 itu, telah merugikan keuangan negara sebesar Rp2.639.090.623.

''Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, ditemukan beberapa perbuatan melawan hukum,'' katanya, kala itu. (dri) 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Cabut Laporan, LIPPSI Pertanyakan Komitmen Kejati Riau Dalam Penanganan Korupsi
Polda Riau Ungkap 2 Kasus Narkoba, Barang Bukti 7 Kg Sabu di Jalan Lintas Duri Dumai
Diduga Menipu Kepala Sekolah, LSM Komnaswaspan Inhu Dipolisikan
LSM Tidak Berwenang Mengintrogasi ASN, Warga Diminta Lapor Polisi
Layaknya BPK, LSM Ini Periksa Keuangan Sekolah, Kasek dan KUPTD Resah

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad