Home  / Hukrim
PH Terdakwa Dirut PT. SSS Hadirkan Saksi Ahli
Jumat, 15 Maret 2019 | 12:06:24
fin/riaueditor.com
Foto, Suasana sidang kaus penggelapan dengan terdakwa Anton Kasdi du PN Pekanbaru, Kamis sore (14/03/19).
PEKANBARU, riaueditor.com - Perkara penipuan dan penggelapan yang melibatkan terdakwa Direktur Utama PT. Surya Satria Sentosa (SSS) Anton Kasdi, kembali bergulir di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (14/03/19). Sidang yang dipimpin Hakim ketua Martin Ginting SH itu mengagendakan keterangan saksi ahli dari pihak terdakwa.

Didepan Majelis Hakim, saksi ahli DR.Zulkarnaen Sanjaya SH MH mengungkapkan, untuk mengetahui rugi atau untung suatu perusahaan dalam melaksanakan bisnisnya, harus dilakukan audit terlebih dahulu.

"Dari hasil audit tersebut, nantinya diketahui apakah penggunaan uang perusahaan sudah sesuai atau ada penyimpangan", ucap ahli hukum dari Universitas Islam Riau tersebut.

Menurutnya, jika hasil audit menyatakan perusahaan pailit, maka hal ini masuk ranah perdata, bukan pidana. Ia juga mengatakan bahwa, dari hasil audit akan diketahui siapa pelaku utama dan siapa yang ikut berperan serta. 

Namun ketika Hakim menanyakan apakah orang yang turut serta melakukan penyimpangan layak dihukum pidana, dijawab Zulkarnaen bahwa sepanjang ada perjanjian bisa diminta pertanggungjawaban.

Sementara terdakwa Anton Kasdi didampingi kuasa hukum Dwipa Dalius SH saat ditanya kewenangannya sebagai Dirut oleh Majelis Hakim di PT. SSS, ia mengaku hanya disuruh Suparmin menandatangi cek, invoice, kerjasama dan mengawasi gudang. 

Ketika ditanya soal pinjam meminjam uang antara PT. PLS dan PT. SSS, terdakwa Anton mengaku malah uang pribadinya Rp 3 miliar belum dikembalikan.

Demikian pula ketika ditanya soal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. SSS, Anton kebingungan karena tidak tahu RUPS.

"Maaf yang mulia, saya tidak tahu apa maksudnya RUPS,"ungkap terdakwa.

Setelah diterangkan, Anton menyebutkan bahwa memang pernah membahas kondisi perusahaan. Tapi itu hanya sekedar duduk ngopi dengan Suparmin dan beberapa orang lainnya.

"Saya hanya dijadikan boneka dalam perusahaan PT. SSS oleh Suparmin. Ada perjanjian tertulis dibawah tangan antara saya dengan Suparmin soal kewenangan saya di PT. SSS. Nah, kok saya dituduh menggelapkan uang di perusahaan lain PT. PLS walau saya kenal petinggi di perusahaan tersebut," beber Anton lagi.

Seperti diketahui, PT. PLS dan PT. SSS bergerak dalam bisnis minyak solar untuk industri. Kedua perusahaan ini diduga dimiliki orang yang sama.

Direksi perusahaan PT. PLS yakni Effendi, Amir Faisal dan Jenni, sedangkan peran Anton di perusahaan ini hanya sebatas kenalan. 

Mencuatnya kasus dugaan penggelapan uang PT. PLS oleh Anton Khasdi berawal dari investasi pihak lain, yaitu Om Aan dan Susanto yang merupakan kenalan lama Anton.

Kedua orang ini bersama sejumlah pihak lain menanamkan modalnya di PT. PLS dan PT. SSS mencapai puluhan miliar yang tertuang dalam akte notaris. Sedangkan Suparmin diduga merupakan orang dibelakang layar. Ia menunjuk Anton sebagai dirut PT. SSS bersama direksi lainnya.

Seperti diketahui Direjtur utama (Dirut) PT. SSS Anton Kasdi didakwa melakukan penggelepan uang milik perusahaan PT. PLS, dimana ia sendiri bukan bagian struktur dari perusahaan tersebut. 

Pria tamatan SD) kelahiran Bengkalis ini dihadapkan ke meja hijau dengan tuduhan penggelapan uang belasan milyar yang ia sendiri tidak pernah tahu. 

Dihadapan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anton mengaku uangnya sebesar Rp 3 miliar belum dikembalikan oleh PT. PLS maupun PT.SSS. Penunjukannya sebagai Dirut hanya sebagai sebagai boneka pihak lain. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
PUPR Riau Siapkan Tiga UPT Guna Atasi Bencana Longsor Selama Mudik Lebaran
Sore Ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1440 Hijriah
DLHK Riau Masuk Angin, Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera akan Turunkan Tim
Kala Ahmad Dhani Hampir Sejam ‘Terkurung’ di Mobil Tahanan
Ada Pembicaraan Uang Rp23 Triliun di Sidang Ratna Sarumpaet

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad