Home  / Hukrim
Kapolri Bentuk Satgas Khusus Ungkap Kasus Penyerangan Novel Baswedan
Jumat, 11 Januari 2019 | 19:23:28
(Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Penyidik KPK Novel Baswedan berdiri di samping layar yang menampilkan hitung maju waktu sejak penyerangan terhadap dirinya saat diluncurkan di gedung KPK, Selasa (11/12).
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi membentuk satgas khusus untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Satgas ini akan dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz.

"Benar, Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah Kepolisian Republik Indonesia dalam mengusut kasus penyiraman air keras," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal di Mabes Polri, Jumat (11/1).

Satgas ini dibentuk sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Komnas HAM terkait penyelesaikan kasus penyerangan terhadap Novel. Satgas dibentuk berdasarkan SK Kapolri nomor Sgas/ 3/I/HUK.6.6/2019. Satgas diisi oleh 65 anggota, termasuk dari Polri, tim penyidik KPK, dan para peneliti sebagai tim pakar. 

Selain Kapolri, Wakapolri, Kabareskrim, ada juga nama Hendardi dari SETARA Institute, kemudian Poengky Indraty dari Kompolnas, dan ada Indriyanto Senoadji selaku pakar hukum.

"Yaitu untuk membentuk tim gabungan yang terdiri atas Kepolisian Republik Indonesia, KPK, tokoh masyarakat, pakar dan pihak lain yang dibutuhkan. Paling lambat 30 hari setelah rekomendasi diterima," imbuhnya.

Sebelumnya Komnas HAM telah menyusun laporan akhir mengenai investigasi terhadap kasus penyerangan air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Investigasi berjalan selama tujuh bulan mulai Februari hingga September 2018.

Dalam temuan fakta di lapangan, Komnas HAM menyatakan kasus penyerangan terhadap Novel adalah aksi yang sudah direncanakan secara terstruktur dan sistematis.

"Saudara Novel mengalami tindakan kekerasan pada 11 April 2017 diduga merupakan tindakan yang direncanakan dan sistematis yang melibatkan beberapa pihak yang belum terungkap," kata Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM Sandrayati Moniaga di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (21/12).

(kumparan.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Mengulik Fenomena Air Berwarna Cokelat di Seputaran Anak Krakatau
Moeldoko: Kasus Air Keras Novel Bukan Pelanggaran HAM Berat
KPK Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi Komnas HAM Soal Kasus Novel Baswedan
Tim SAR Temukan Jenazah ke-3 Korban ‎Banjir Bandang di Sumut
Liburan Tiba, Melancong ke Air Terjun Dangku Godang Objek Wisata Baru Kuansing

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad