Home  / Hukrim
Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Online Via Instagram, Pelaku Tawarkan 50 Perempuan
Selasa, 18 Desember 2018 | 19:53:22
ilustrasi
SURABAYA - Polda Jawa Timur berhasil mengamankan satu orang bernama Bobby Rodisiansa (35), warga Madiun yang diduga sebagai mucikari dalam kasus prostitusi online menggunakan media sosial (medsos). Bisnis haram tersebut diketahui sudah berlangsung selama dua tahun.

Tersangka juga diketahui mempunyai puluhan 'anak buah' yang tersebar di sejumlah daerah. Tersangka menggunakan Instagram sebagai media awal praktik tersebut.

"Setelah operasi cyber, kami menemukan akun instagram milik tersangka. Kemudian kami melakukan pendalaman terhadap tersangka tersebut," ujar Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa, (18/12/2018).

Adapun modus yang digunakan tersangka adalah dengan memajang para foto perempuan yang bisa di-booking melalui Instagram tersangka. Namun akun yang digunakan tersangka bersifat terbatas, hanya orang tertentu yang mengetahui jika akun tersebut adalah prostitusi online.

Penyebarannya pun dari mulut ke mulut. Jika ada yang tertarik, maka pengunjung bisa mengirim pesan pribadi yang nantinya obrolan akan berlanjut melalui WhatsApp.

Menurut Bima, pihak kepolisian sudah melakukan pengintaian terhadap akun Instagram yang digunakan tersangka dalam dua bulan terakhir.

"Selama dua bulan kami melakukan pengintaian. Setelah ketemu akhirnya tersangka kami amakan," kata Bima.

Menurut Bima, tersangka diamankan di sebuah hotel di kawasan Pandegiling Surabaya. Kepada penyidik, tersangka mengakui semua perbuatannya. Tersangka merupakan seorang sopir salah perusahaan swasta di Madiun.

"Tersangka juga memiliki profesi lain sebagai fotogragfer," kata Bima.

Kepada para awak media, tersangka mengaku memiliki sekitar 50 anak buah yang dijajakan melalui akun Instagram. Mereka tersebar di berbagai daerah.

"Ada di wilayah Madiun, Solo, Surabaya, Malang dan Jogja. Tapi yang paling banyak di wilayah Madiun. Ada sekitar 50 orang," ujar tersangka.

Bobby mengaku tarif yang ditawarkan kepada pria hidung belang bervariatif. Mulai dari Rp 1-2 juta. Dari tarif itu, sebagian diambilnya sebagai komisi.

"Saya mendapatkan komisi Rp 500 ribu setiap satu orang. Mereka melayani short time. Baru 2 tahun saya melakukan ini," tandas tersangka.

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Samsat Online Nasional Diluncurkan, Berlaku di Seluruh Indonesia
Hati-Hati, Alibaba & Tencent Cs Bersatu Lahirkan Taksi Online
AirAsia: 15 Agen Perjalanan Online Tidak Mau Jual Tiket Kami
Bank Banten Studi Banding Penerapan Pajak Online Di Bank Riau Kepri
Manfaatkan web TryoutOnline.id, Para Siswa di Indonesia Latihan Tryout Gratis

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad