Home  / Ekbis
Tarif Cukai Rokok Naik 12,5%, Ini Daftar Harga Rokok di 2021
Jumat, 11 Desember 2020 | 13:21:44
JAKARTA - Pemerintah resmi menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 12,5% secara rata-rata untuk tahun depan. Tarif ini mulai berlaku pada 1 Februari 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers terkait kebijakan cukai ini, keputusan menaikkan CHT sudah mempertimbangkan segala aspek mulai dari sisi kesehatan, petani hingga penerimaan negara, katanya, dikutip dari cnbcindonesia.com.

Oleh karenannya, tidak semua golongan atau jenis rokok dinaikkan tarif cukainya. Hanya jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Tangan (SPT) yang tarif cukainya naik.

Untuk kategori SKM cukainya naik 13,8% - 16,9% tergantung golongan, sementara untuk SPM naik 16,5% - 18,4%.

Pertimbangan dari sisi Kesehatan adalah untuk mengendalikan konsumsi rokok terutama di kalangan remaja usia 10-18 tahun agar dapat sesuai target yang dipatok sebesar 8,7% di RPJMN tahun 2024 nanti. Saat ini prevalensi merokok anak usia ini berada di level 9,1%.

Dari sisi pekerja dan petani adalah untuk melindungi pekerja di industri tembakau sebanyak 158,5 ribu orang dan petani tembakau sebanyak 2,6 juta orang.

Dari sisi penerimaan negara untuk bisa mencapai target CHT yang ditetapkan sebesar Rp 173,78 triliun di 2021. Serta juga sekaligus memberantas peredaran rokok ilegal.

Dengan kenaikan tarif cukai rokok yang terbaru ini, besaran tarif untuk rokok kategori SKM menjadi Rp 535 dan Rp 865 per batangnya tergantung golongan.
Sementara untuk SPM besaran tarifnya mencapai Rp 565 dan Rp 935 per batangnya dan tergantung golongan.

Tentu saja kenaikan tarif cukai ini akan berdampak pada harga jual rokok. Apalagi Sri Mulyani menegaskan bahwa, dampak kenaikan tarif cukai 12,5% akan membuat harga rokok semakin mahal sehingga semakin sulit untuk dijangkau.

"Kenaikan CHT ini akan menyebabkan rokok jadi lebih mahal atau naik menjadi 13,7-14% sehingga makin tidak dapat terbeli," kata dia.



Artinya untuk golongan SKM yang paling laris harga jual ecerannya akan naik dari Rp 1.700/batang menjadi kurang lebih Rp 1.938/batang.

Namun sebenarnya masyarakat masih dapat mengakses rokok dengan harga yang lebih murah jika mengacu pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor 37 tahun 2017.

Dalam peraturan tersebut harga transaksi pasar (HTP) diperbolehkan di diskon 85% dari harga jual eceran. Artinya harga per batangnya masih bisa dipatok di Rp 1.647. Jika menggunakan harga ini sebagai patokan maka harga rokok masih terdiskon 15% - 38%.

Berikut Harga Rokok Setelah Kenaikan Cukai 2021.


(sumber: CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Menag: Haji 2021 Masih Menunggu Keputusan Arab Saudi
Kasum TNI Tutup Rakorops TNI Tahun 2021
Ini Lima Langkah Strategis Jaga Inflasi di Tahun 2021
Kasum TNI Buka Rakorpers TNI Tahun 2021
Peserta SNMPTN 2021 Tembus 500 Ribu Jelang Penutupan Pendaftaran

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter