Home  / Ekbis
Buruh Minta Upah Minimum Naik 8 Persen pada 2021
Rabu, 21 Oktober 2020 | 18:35:42
(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Presiden KSPI Said Iqbal meminta kenaikan upah sebesar 8 persen untuk upah minimum pada 2021, mengacu pertumbuhan ekonomi 3 tahun terakhir.
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta kenaikan upah sebesar 8 persen untuk upah minimum pada 2021 nanti.

"Serikat buruh KSPI berpendapat, mengusulkan, kenaikan upah minimum harus tetap ada. Berapa nilai yang diminta oleh KSPI? 8 persen kenaikan UMK, UMSK, UMP, UMSP," ungkap Presiden KSPI Said Iqbal, dalam Konferensi pers virtual, Rabu (21/10).

Permintaan kenaikan upah minimum sebesar 8 persen didasarkan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tiga tahun berturut-turut.

Ia juga membandingkan kondisi resesi ekonomi karena pandemi covid-19 yang berbeda dengan krisis moneter pada 1998 silam.

"Pada 1998 pun terjadi resesi. Sebagai pembanding, pertumbuhan ekonomi dari 1998 ke 1999 adalah minus 17,6 persen. Ketika itu, ketua umum SPSI, karena serikat pekerja hanya SPSI, menteri tenaga kerja dan ketum Apindo sepakat nol persen. Sama kejadiannya kayak sekarang," ujarnya.

Atas keputusan tersebut, sambung dia, terjadi perlawanan keras dari kaum buruh. Hal itu lalu membuat presiden yang menjabat, Habibie, menginstruksikan kenaikan upah minimum.

"Akhirnya presiden saat itu memutuskan meminta menaker menginstruksikan naik upahnya melalui gubernur DKI, waktu itu kan masih UMR namanya. Diputuskan menaker naiknya 16 persen, padahal pertumbuhan ekonominya minus 17 persen," terang Iqbal.

"Dengan analogi yang sama, kita belum sampai minus 8 persen di tiga kuartal ini. Baru setengah dari 1998-1999. Maka, kami meminta naik 8 persen itu wajar. Tujuannya, biar purchasing power (daya beli) tetap terjaga. Konsumsi dijaga tidak akan makin resesi dalam," imbuh dia.

Sementara alasan lainnya, kata dia, karena didasarkan dari fakta di lapangan masih banyak perusahaan yang beroperasi di tengah pandemi covid-19.

"Itu menjelaskan perusahaan walaupun mungkin profitnya turun tapi masih sehat. Buktinya, masih operasi, bahkan beberapa perusahaan komponen otomotif memanggil kembali karyawan-karyawan baru untuk dikontrak. Fakta itu. Masih banyak perusahaan yang mampu," tandasnya.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Panglima TNI Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 11 Perwira Tinggi
Aksi Lanjutan Tolak UU Ciptaker, Mogok hingga Kawal Sidang MK
Jerit Nelayan: Laut Kami Sudah Dipetak-petakkan Omnibus Law
Perluas Dukungan, Buruh Akan Angkat UU Ciptaker di Sidang ILO
Buruh Tunda Mogok Kerja, Pilih Kepung Istana Negara Esok

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter