Home  / Ekbis
Kata Sri Mulyani Soal Utang Luar Negeri RI yang Bombastis
Senin, 19 Oktober 2020 | 17:53:57
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani di Komisi XI DPR RI.
JAKARTA - Indonesia berdasarkan data yang dirilis oleh Bank Dunia, menempati peringkat ketujuh dari daftar 10 negara berpendapatan kecil menengah dengan nilai utang luar negeri terbesar di dunia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, bukan hanya Indonesia, negara yang menghadapi kenaikan utang luar negeri yang cukup signifikan. Bahkan beberapa negara lain, kata Sri Mulyani kenaikan utang mereka di atas 100% dari PDB dalam waktu yang singkat.

Sri Mulyani mengklaim pemerintah telah melakukan secara hati-hati dan transparan setiap aliran dana yang mengalir di negeri ini, termasuk mengenai utang. Apalagi saat ini, dana APBN sangat dibutuhkan dalam menangani covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Kalau kita lihat dari pembiayaan, selama ini kita bisa mendapatkan akses dari market secara reasonable. Ini juga karena Indonesia memiliki track record pengelolaan APBN yang selalu kita sampaikan ke seluruh stakeholder ke dalam negeri, maupun investor di dunia," jelas Sri Mulyani Capital Market Summit & Expo 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Senin (19/10/2020).

Dalam melakukan pembiayaan pun, kata Sri Mulyani Indonesia sudah memperhitungkan dengan secara seksama, bahkan tetap dalam koridor payung hukum. Selain itu, dalam pembiayaan yang berasal dari utang, pemerintah pun sudah melakukan diversifikasi.

Misalnya, Sri Mulyani memberikan contoh, Indonesia melakukan diversifikasi utang dengan memperhatikan suku bunga yang berlaku di masing-masing negara.

"Kita melakukan diversifikasi yang denominasi Dolar, Euro. Kalau di Euro suku bunganya dalam zona 0% atau negatif dan membutuhkan instrumen. Sehingga kita bisa jadi kompetitif dengan mereka," jelasnya.

Hal serupa juga dilakukan, misalnya saat Indonesia penerbitan Samurai Bonds. Penerbitan surat itu pun dilakukan karena Jepang telah melakukannya. Sehingga dari sisi currency, pemerintah sadar apa saja yang dibutuhkan dalam memenuhi pembiayaan. Juga pada saat yang sama memanfaatkan suku bunga yang diterapkan di banyak negara, dengan suku bunga yang sangat rendah.

Pun dari sisi reputasi pun, sebenarnya Indonesia sudah memiliki reputasi peringkat utang yang sudah diakui oleh seluruh dunia. Seperti diketahui, Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P) menegaskan peringkat utang Indonesia di posisi BBB-/A-3 dengan prospek peringkat stabil.

Sri Mulyani pun tidak ingin Indonesia seperti Argentina yang telah mengalami gagal bayar atau defaulit 10 kali dalam 100 tahun terakhir. Oleh karena itu, transparansi dan komunikasi kepada investor menjadi modal utama bagi Indonesia untuk bisa mengelola utang luar negeri dengan arif dan bijaksana.

"Indonesia dari reputasi, kredibilitas, kita terus melakukan berbagai komunikasi. Sehingga transparansi dan akuntabilitas dan kredibilitas APBN sangat jelas, Sehingga investor bisa mengakses risikonya. [...] Indonesia dengan sisi reputasinya bisa establish financing," jelas Sri Mulyani.

Berdasarkan rilis Bank Dunia dari laporannya yang berjudul International Debt Statistics (IDS) pada 12 Oktober 2020, berikut ini 10 negara berpendapatan rendah hingga menengah dengan besar utang luar negeri tertinggi,

1. Utang luar negeri China US$ 2,1 triliun
2. Utang luar negeri Brasil US$ 569,39 miliar
3. Utang luar negeri India US$ 560,03 miliar
4. Utang luar negeri Rusia US$ 490,72 miliar
5. Utang luar negeri Meksiko US$ 469,72 miliar
6. Utang luar negeri Turki US$ 440,78 miliar
7. Utang luar negeri Indonesia US$ 402,08 miliar
8. Utang luar negeri Argentina US$ 279,30 miliar
9. Utang luar negeri Afrika Selatan US$ 188,10 miliar
10. Utang luar negeri Thailand US$ 180,23 miliar

(CNBCINdonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Polri Pastikan Kapolri Sehat, Isu Liar soal Positif Covid-19 Hoax
Kapolda Riau Saat Gelar Syukuran Secara Sederhana HUT Ke 70, Polair Adalah Kebanggaan, Polair Adalah Harapan
Peringati HUT Ke 70 Polairud Secara Virtual, Kapolri : Jadilah Polri Yang Membanggakan Institusi
Covid-19 Riau: Jumlah Pasien Sembuh 297, Kasus Positif 163 Orang
Wagubri Buka Webinar Launching Policy Brief Penanganan Konflik Perkebunan Sawit di Riau

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter