Home  / Ekbis
Sri Mulyani Pastikan RI Resesi, Rupiah Merosot ke Rp14.785
Selasa, 22 September 2020 | 16:47:02
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Nilai tukar rupiah melemah 0,58 persen ke posisi Rp14.785 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (22/9) sore. Ilustrasi.
JAKARTA - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.785 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (22/9) sore. Posisi tersebut melemah 0,58 persen dibandingkan perdagangan Senin (21/9) sore di level Rp14.700 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.782 per dolar AS atau melemah dari Rp14.723 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,09 persen, dolar Taiwan melemah 0,28 persen, won Korea Selatan melemah 0,60 persen, dan peso Filipina melemah 0,21 persen.
 
Selanjutnya, rupee India melemah 0,25 persen, ringgit Malaysia melemah 0,32 persen dan bath Thailand melemah 0,29 persen. Hanya yen Jepang dan yuan China yang terpantau masih menguat masing-masing 0,9 persen dan 0,29 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, franc Swiss melemah 0,20 persen dan dolar Kanada melemah 0,02 persen. Sebaliknya dolar Australia menguat 0,19 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan terseok-seoknya pergerakan rupiah dipicu pernyataan Menteri Sri Mulyani Indrawati bahwa Indonesia dapat dipastikan resesi pada kuartal III 2020.

Hal ini menyebabkan terjadi pro dan kontra atas di kalangan pelaku pasar dan berimbas terhadap aliran modal asing dilaporkan mulai keluar dari pasar valas, obligasi dan Surat Utang Negara (SUN) serta memberikan efek negatif ke pasar keuangan.

"Apalagi secara bersamaan permintaan valas korporasi meningkat jelang akhir Kuartal Ketiga tahun 2020, dimana perusahaan-perusahaan yang listing di bursa kembali untuk membayar utang, deviden dan sebagainya. Jadi jangan heran kalau mata uang garuda di penutupan pasar sore ini mengalami penurunan," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, pasar juga masih mencermati rencana amandemen undang-undang Bank Indonesia (BI) masih menjadi berita diberbagai media baik nasional maupun internasional.

Rencana amandemen tersebut menjadi sorotan karena khawatir bank sentral tidak lagi independen dalam memutuskan kebijakan baik suku bunga maupun stimulus.

Walaupun, pemerintah berkali-kali meyakinkan pasar bahwa apa yang dilakukan bertujuan untuk memperluas wewenang BI di tengah pandemi virus corona, hal ini dianggap justru kontradiktif ketika Indonesia dipastikan masuk dalam resesi.

"Sehingga perlu wadah baru berupa amandemen undang-undang Bank Indonesia untuk menanggulanginya," imbuh Ibrahim.

Sementara itu dari sisi eksternal, penguatan dolar dipicu pernyataan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada Senin (21/9) bahwa ekonomi AS membaik, kendati ia memperingatkan bahwa jalan panjang masih harus ditempuh sebelum pemulihan penuh dari Covid-19.

Investor juga menantikan komentar Powell ketika dia bersaksi di depan Sub-komite Pemilihan Anggota Parlemen tentang Covid-19 besok (23/9).

Pasar berharap AS akan meloloskan langkah-langkah stimulus terbaru sebelum pemilihan presiden AS memudar ketika pertempuran partisan untuk menggantikan Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg mulai terbentuk.

"Meskipun Ketua DPR Nancy Pelosi dan DPR Demokrat merilis RUU pendanaan pemerintah sementara, ia tidak mendapat dukungan dari Gedung Putih atau Senat Republik," ujar Ibrahim.

Dalam perdagangan sore ini, Ibrahim memprediksi rupiah ditutup melemah 85 poin di level Rp14.785 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp14.700 per dolar AS.

"Dalam perdagangan besok ada kemungkinan rupiah akan kembali melemah antara 30-80 poin di level Rp14.770-14.850 per dolar AS," tandasnya.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Update 23 Oktober 2020, Pasien Positif Covid-19 Tambah 4.369 Jadi 381.910 Orang
Pasien Covid-19 Tambah 4.432 Orang, Ini 10 Provinsi dengan Penambahan Terbanyak
Update Corona 21 Oktober: 373.109 Positif, 297.509 Sembuh
Timnas U-19 Menang, Shin Tae Yong Puji Mahessa Bersaudara
Corona 20 Oktober: Positif Bertambah 3.602, Total 368.842

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter