Home  / Ekbis
PHK Massal Pabrik Sepatu, Puluhan Pabrik Setop Produksi
Selasa, 18 Agustus 2020 | 16:39:00
Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
JAKARTA - Permintaan sepatu di dalam negeri maupun ekspor mengalami tekanan yang berat.  Tak sedikit pabrik-pabrik sepatu memilih untuk menutup pabriknya karena tak ada sama sekali permintaan, dampaknya pada PHK karyawan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri membeberkan nasib industri sepatu saat ini. Setelah 5 bulan dihajar oleh pandemi Covid-19, sudah banyak pabrikan yang menjadi korban. Banyak pabrik yang harus gulung tikar akibat menurunnya permintaan.

"Ada yang betul-betul stop produksi sekitar 18%. Mereka sangat kesulitan akhirnya nggak kuat juga," kata Firman kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/8).

Data Aprisindo, dari anggota mereka yang merupakan produsen sepatu, sebanyak 120 produsen, artinya sekitar 20-an lebih yang tutup pabrik. Dampaknya sudah ada puluhan ribu pegawai yang terkena dampak. Apalagi, utilitas produksi pun sudah jauh dari kata normal.

"Jauh ya, sekarang utilitas (tingkat pemanfaatan kapasitas produksi) 32%. Jadi yang masih jalan masih banyak tapi volume mengecil. Banyak yang lakukan 3 hari kerja, 2 hari libur, masih banyak seperti itu," jelasnya.

Di tengah kesulitan itu, Firman mengaku pelaku usaha butuh bantuan untuk lebih cepat pemulihan. Namun justru muncul sejumlah regulasi yang memberatkan.

Regulasi itu di antaranya adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Metode Pengujian, Tata Cara Pendaftaran, Pengawasan, Penghentian Kegiatan Perdagangan dan Penarikan Barang Terkait dengan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup (K3L).

"Beredarnya produk ada izin edar. Kalau di Kemenkes ada BPOM, Kementerian Perindustrian ada SNI. Ini Kemendag keluarkan Permendag, ada syarat standar mutu lagi, sebenarnya itu duplikasi pengaturan, karena bicara standar mutu juga. Ketika dilihat lebih dalam lagi sangat memberatkan. Masalahnya peraturan-peraturan ini ada tumpang tindih dalam pengawasan, jadi sewaktu-waktu bisa aparat hukum, selama ini kita harap pembinaan," katanya.

Industri alas kaki termasuk yang banyak terjadi PHK massal. Kasus PHK massal terungkap ke publik misalnya PT Shyang Yao Fun Kota Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal 2.500. Produsen sepatu buyer Nike ini merelokasi pabrik ke Jawa Tengah. Setelah itu, ada PHK massal 4.985 pekerja PT Victory Chingluh Indonesia, selaku produsen buyer Nike dan Adidas.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bersama Yayasan YP2M Bagikan Sepatu Bola Kepada Pemuda Papua
Pasca Dua Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Pekanbaru Gelar Swab Massal
Satgas Yonif 413 Bromoro Peringati Tahun Baru Islam Gelar Khitanan Massal dan Pengobatan Massal
Pabrik Sepatu RI Obral Harga Ekspor, Nike cs Dijual Rp148.000
Skema Kredit Bunga 0 Persen buat Korban PHK-Ibu Rumah Tangga

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter