Home  / Ekbis
Masih Butuh Rp 900 T, Kemenkeu Terbitkan Global Bond Lagi?
Jumat, 24 Juli 2020 | 13:49:19
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan penerbitan surat utang global atau global bond untuk membiayai defisit anggaran. Terakhir, pemerintah melakukan penerbitan samurai bond.

Lalu bagaimana dengan semester II-2020 ini? Apalagi kebutuhan pembiayaan anggaran di paruh II tahun ini masih cukup besar yakni Rp 900,4 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan anggaran hingga akhir tahun ini, pemerintah lebih memilih penerbitan SBN dalam negeri dibandingkan dengan SBN global. Sebab, penerbitan global bond saat ini dinilai telah cukup.

"Untuk global bond, saat ini kita sudah selesai, tadi samurai bond terakhir di awal bulan Juli," ujar Luky melalui diskusi virtual, Jumat(24/7/2020).

Lanjutnya, namun bukan berarti pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penerbitan global bond. Hanya saja pemerintah merasa cukup menerbitkan global bond terutama kondisi market yang masih belum stabil.

"Tapi di awal, kita kan sifatnya fleksibel. Kalau kita lihat market seperti apa, perbaikan global maupun domestik, itu akan selalu menjadi perhatian, bahan pertimbangan kita," kata dia.

"Jadi saya nggak bilang, di semester II akan ada penerbitan lagi. Tapi at least, saat ini sementara kita untuk global bond kita cukupkan," tambahnya.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan di semester II ini pemerintah akan lebih mengandalkan penerbitan SBN baik ritel maupun private placement kepada Bank Indonesia (BI) hingga pinjaman luar negeri.

"Karena kita akan banyak gunakan pinjaman proyek di Semester II ini," jelas Luky.

Secara rinci, rencana pemenuhan pembiayaan anggaran Kemenkeu di paruh kedua tahun ini adalah melalui, pertama, lelang SBN yang direncanakan per 2 minggu sekali dengan target Rp 35-Rp 40 triliun.

Kedua, penerbitan SBN Ritel dengan target Rp 35- Rp 40 triliun juga. Ketiga, Penerbitan samurai Bond yang sudah dilakukan pada awal Juli lalu.

Keempat, rencana pinjaman proyek luar negeri dengan target Rp 24,2 triliun. kelima, rencana penarikan pinjaman luar negeri yang masih tersisa US$ 5,5 miliar.

Sebagai informasi, dari total target pinjaman luar negeri sebesar US$ 7,3 miliar di tahun ini, sudah terealisasi sebesar US$ 1,8 miliar atau Rp 27 triliun (kurs Rp 15.000/US$) di semester I-2020. Pinjaman ini baik dari lembaga multilateral maupun bilateral.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Geger, Jenazah di Probolinggo Hidup Lagi saat Hendak Dimandikan
Mendag Dorong Konsumsi Dalam Negeri Supaya Ekonomi Berdenyut Lagi
Daftar Pecahan Uang Rupiah yang Tidak Berlaku Tahun Depan
Angin Segar Lagi! Bunga KPR Bakal Disubsidi Sri Mulyani
Besok, Sri Mulyani Teken MoU Penempatan Dana Kemenkeu ke BPD

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter