Home  / Ekbis
Perusahaan China Pakai Jaminan Emas Palsu untuk Pinjam Uang
Jumat, 3 Juli 2020 | 06:35:10
(Stevebidmead/Pixabay)
Ilustrasi emas batangan.
JAKARTA - Sebuah perusahaan pengolahan emas yang bermarkas di Wuhan, China, Kingold Jewelry Inc., dilaporkan menipu sejumlah perusahaan untuk mendapatkan pinjaman dengan jaminan emas batangan palsu.

Seperti dilansir Sputnik News, Kamis (2/7), perusahaan itu dilaporkan terlibat dalam kasus penipuan untuk mendapatkan pinjaman senilai US$2.8 miliar (sekitar Rp40.3 triliun) dalam beberapa tahun ke belakang. Perusahaan itu memang khusus menangani pembuatan perhiasan dan distribusi emas sejak 2002.

Skandal itu terungkap sejak Februari lalu. Saat itu salah satu perusahaan yang meminjamkan uang kepada Kingold, Dongguan Trust Co. Ltd., hendak mencairkan emas yang dijadikan agunan untuk menutupi utang. Setelah diteliti, ternyata emas yang dijadikan jaminan hanya batangan perunggu yang disepuh.

Kingold dilaporkan menjadi perusahaan pengolah emas dan pembuat perhiasan terbesar di Provinsi Hubei. Mereka juga tercatat di bursa saham NASDAQ, New York.

Dalam kurun waktu lima tahun, Kingold meminjam uang dari 14 perusahaan China lain. Saat itu mereka mengajukan agunan dengan total 83 ton emas batangan.

Kasus itu saat ini diusut oleh aparat penegak hukum China. Namun, Direktur Kingold, Jia Zhihong, membantah emas yang mereka jadikan agunan dilaporkan palsu.

"Bagaimana bisa emas itu palsu kalau perusahaan pendanaan setuju untuk menjadikannya jaminan?," kata Jia.

Menurut Jia, perusahaannya sudah menyatakan kepada sejumlah perusahaan finansial bahwa emas batangan yang mereka jadikan agunan memiliki tingkat kemurnian yang rendah. Salah satu nama perusahaan yang dia sebutkan adalah Minsheng Trust, yang juga turut menjadi korban penipuan.

Minsheng dan Dongguan saat ini mengajukan gugatan perdata kepada Kingold atas kerugian yang harus mereka tanggung. Kingold juga didepak dari keanggotaan Bursa Emas Shanghai.

Menurut laporan Fox News, Kingold menggunakan uang pinjaman itu untuk terjun ke dalam bisnis properti di China. Selain itu, mereka juga membeli perusahaan Tri-Rind yang menguasi sejumlah besar lahan di Wuhan dan Shenzen.

Sejumlah pakar memperkirakan aparat keamanan enggan mengusut kasus ini karena latar belakang Jia yang merupakan mantan perwira tinggi Angkatan Darat China. Mereka menduga karena pertalian itulah maka tidak ada pihak yang berani menyentuh Kingold.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Perusahaan Nasional Sulit Ambil Alih Proyek Migas Raksasa
China Laporkan Temuan Virus Tick-Borne dari Gigitan Kutu
China Berang Usai Trump Resmi Larang TikTok dan WeChat
Satgas Yonif 413 Bremoro Gagas Pemasangan Bendera Merah Putih di Kampung Nafri
Banding Kandas, Perusahaan Pembakar Hutan di Jambi Dihukum Rp 590 M

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter