Home  / Ekbis
Gelombang PHK Jilid II
500 Ribu di Pabrik Sepatu PHK, Termasuk Produsen Nike-Adidas
Jumat, 26 Juni 2020 | 20:51:21
Foto: REUTERS/Ann Wang
JAKARTA - Jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan karyawan pabrik sepatu mencapai 500 ribu pekerja. Ini termasuk pabrik-pabrik yang buyernya dari merek ternama seperti Nike, Adidas yang melakukan PHK massal beberapa waktu lalu.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri mengatakan, saat ini permintaan pasar ekspor dan domestik sepatu sama-sama lesu. Bila ini terus berlanjut maka gelombang PHK dan dirumahkan jilid II tak bisa dihindari.

"Saya khawatir kalau kondisi masih lama, mau tak mau ada resizing lagi, ada PHK lagi, atau unpaid leave, recovery akan semakin lama," kata Firman kepada CNBC Indonesia, Kamis (25/6).

Ia mengatakan mulai Juni industri alas kaki yang berorientasi ekspor terkena dampak lebih parah karena tak ada lagi permintaan dari buyer. Di sisi lain pasar domestik juga belum ada tanda-tanda perbaikan, karena segmen ritel masih tahap paling dini dalam proses pemulihan pasar.

"Memang ada mal sudah dibuka, tapi masih membuka pasar ritel, belum sampai menggerakkan industri, kalau ritel terserap baru ritel order. Meski masuk masa transisi, industri belum bisa bergerak," katanya.

Firman mengatakan ada kurang lebih 400-500 ribu pekerja pabrik sepatu dirumahkan termasuk yang unpaid leave, dirumahkan tetap digaji, atau sudah PHK sama sekali. Ini karena proses produksi di pabrik sudah sangat terbatas, kapasitas produksi yang dipakai hanya tersisa 20% saja.

"Bulan kemarin kita masih tertolong industri berbasis ekspor, itu saja sudah utilisasi 30%, sekarang sekitar 20%, akhir Mei sudah mengalami penurunan produksi untuk keperluan ekspor," katanya.

Sebelumnya, kasus PHK massal terungkap ke publik yang dilakukan oleh PT Shyang Yao Fun Kota Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal 2.500. Produsen sepatu buyer Nike ini merelokasi pabrik ke Jawa Tengah. Setelah itu, ada PHK massal 4.985 pekerja PT Victory Chingluh Indonesia, selaku produsen buyer Nike dan Adidas.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Gelombang PHK Makin Membesar, Sriwijaya Pangkas Pekerja
Ngeri! Jika 3 Bulan Pandemi Lanjut, Industri Ini Bersiap PHK
Maskapai Penerbangan RI Bersiap PHK Pekerja, Tunggu Juli 2020
Waspada! PHK Gelombang Kedua Bayangi Emiten
Gojek PHK Demi Bisnis, Kabarnya 200-an Karyawan Kena Nih

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter