Home  / Ekbis
Ya Ampun, Ternyata Ini Biang Kerok RI Gemar Impor Ventilator
Selasa, 23 Juni 2020 | 02:09:23
Ilustrasi/Foto: DW (News)
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengkritik ketergantungan Indonesia terhadap produk alat kesehatan impor. Mantan Menteri Keuangan itu menyoroti impor ventilator yang hingga kini masih berlangsung.

Menurut Bambang Indonesia mengimpor ventilator karena sudah menjadi kebiasaan, kalau butuh ventilator harus impor.

"Triple Helix di Indonesia belum jalan ya. Kenapa kita enggak pernah bikin ventilator? Penyebabnya simple (sederhana), enggak pernah ada yang minta ventilator di Indonesia karena setiap kali butuh ventilator langsung beli dari luar negeri dan itu sudah menjadi kebiasaan. Norma seolah-olah `Oh kalau ventilator Indonesia enggak bisa bikin, beli saja dari luar`," kata Bambang dalam acara Diskusi Kebijakan Penanggulangan COVID-19 Berbasis Pengetahuan dan Inovasi, secara virtual Senin (22/6).

Triple Helix yang dimaksud Bambang adalah sinergi dan penyatuan tiga kalangan yang terdiri dari kalangan akademik, bisnis atau pengusaha, dan pemerintah. Ketiga kalangan tersebut semestinya memiliki motivasi untuk meningkatkan dinamika dan daya kesinambungan ekonomi.

Lebih lanjut Bambang mengatakan sebetulnya kemampuan peneliti dan perekayasa dalam negeri sudah sangat mumpuni tetapi masalahnya adalah mereka tidak diminta untuk membuat inovasi terkait riset dan teknologi.

"Jadi sebenarnya kemampuan researcher kita kemampuan peneliti perekayasa kita sudah sangat hebat, masalahnya mereka enggak pernah diminta untuk melalukan apa-apa. Jadi memang belum ada keberpihakan kepada istilahnya kepada inovasi Indonesia karena ya sekali lagi kita sudah terbiasa dengan kebiasaan impor," tutur Bambang.

Selain itu, ia menjelaskan salah satu alasanya ingin mengembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) karena ada birokrasi di dalam penelitian yang dibuat oleh suatu badan penelitian atau peneliti itu sendiri.

"Kemudian kita dalami lagi kenapa Triple Helix enggak jalan, pemerintahnya terlalu birokratis ya. Kalau saya mau jujur, kenapa saya mau mengembangkan BRIN, saya melihat birokrasi dengan penelitian itu tidak nyambung karena lain dimensi dan tujuannya," tandasnya.

(detik.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Aktor TV India Sameer Sharma Tewas Gantung Diri
Amalkan Sholawat Adrikni, Insya Allah Bermimpi Rasulullah
20 Kodim Jajaran TNI AD Siap Terima KKL Binsat dan KKL Wilhan Pasis Dikreg LIX Seskoad TA 2020
DPRD Riau Setujui Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Riau 2019
Dua Ekor Sapi Bantuan PTPN V untuk DPRD Riau Hilang Misterius

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter