Home  / Ekbis
Rugi Rp 1 T, Bisnis Restoran Hancur-Hancuran
Jumat, 5 Juni 2020 | 22:21:33
CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Foto: Ilustrasi Restoran.
Dampak Covid-19,
JAKARTA - Nilai kerugian restoran selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam dua bulan terakhir sudah mencapai angka triliunan rupiah. Besarnya angka kerugian akibat restoran tidak bisa beroperasi secara normal, yakni akibat pelarangan kebijakan dine-in atau makan di tempat. Sektor restoran termasuk yang terpukul sehingga harus merumahkan dan mem-PHK pekerja.

"Nilai kerugian lebih Rp 1 triliun lebih. Bayangin, di Jawa aja 21 ribu restoran. Kalo 1 restoran sebulan dapat Rp 300 juta kali aja. Itu belum hitungan Bali, Lombok, Sumatera dan lainnya," kata Wakil Ketua Umum bidang Restoran Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Emil Arifin kepada CNBC Indonesia, Jumat (5/6).

Nilai kerugian akibat masa pandemi ini terbilang tidak wajar. Ia menilai, meski PSBB berlangsung selama 2-3 bulan, namun kerugian yang timbul bisa lebih 6 bulan dari saat normal.

"Setahun biasa taruh lah omzet Rp 12 miliar misal, sekarang 3 bulan nggak jalan artinya bukan hilang Rp 3 miliar, bahkan lebih, bisa Rp 5 miliar, Rp 6 miliar, Rp 8 miliar. Sisa ke depan beroperasi boleh kerja 50%, pasti rugi bisa Rp 8 miliar, Rp 6 miliar," sebut Emil.

Ia mengungkapkan, banyak pelaku usaha restoran yang tidak sepenuhnya siap untuk membuka kembali operasional. Salah satu kendalanya adalah kehabisan modal setelah tidak mendapat omset selama 3 bulan terakhir.

"Terus terang, obrolan teman-teman perkiraan 30% nggak akan buka, bisa jadi permanen tutup. Misal 1 restoran punya 10, ah saya buka 7 saja. Saya tutup di daerah itu-itu, ada 20 dia tutup 6. Jadi nggak semua langsung dibuka, tergantung kondisi situasinya," kata Emil.

Kondisi ini tentu amat dikhawatirkan oleh banyak pihak. Terutama bagi tenaga kerja yang awalnya berharap untuk kembali bekerja pada masa new normal, kini nasibnya jadi digantung.

Emil menyebut, jika nantinya pelaku usaha akan kembali membuka bisnis, tidak semua pegawai yang kemarin dirumahkan atau terkena PHK bakal kembali ditarik bekerja. "Ada yang awalnya 37 karyawan, sekarang hanya 12 orang aja," katanya.

Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk, yang menaungi Pizza Hut Jeo Sasanto mengatakan dengan kondisi operasi masih terbatas maka restoran butuh dukungan para pengelola mal agar memberikan keringanan sewa secara bertahap yang disesuaikan jumlah pengunjung. Alasannya meski bisa operasi lagi, pendapatan akan tetap drop.

"Dengan pengurangan kapasitas 50% serta customer tidak akan kembali langsung seperti semula, bisa dipastikan sales akan anjlok drastis dan pasti resto tidak bisa survive tanpa ada support dari pengelola mal," katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (5/6).

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kematian akibat Kelaparan Lebih Tinggi dari Infeksi Corona
Kadiskes: Warga Rohul Tn ES Positif Covid-19 Sembuh di Jakarta
Tim Riset Covid-19 Kaji Manfaat Jambu Biji Cegah Virus Corona
Ahli: Virus Corona juga Rusak Organ Vital selain Paru-paru
Alert! Corona Menyebar di Udara, Face Shield Saja Belum Aman

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter