Home  / Ekbis
Syarat Beli Tiket Pesawat: Wajib Rapid Test Covid-19!
Kamis, 21 Mei 2020 | 23:32:54
(CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Foto: Pemeriksaan dokumen penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (16/5/2020).
JAKARTA - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Anas Ma'ruf mengatakan, salah satu syarat pembelian tiket adalah memiliki dokumen perjalanan dan memiliki surat keterangan sehat yang diterbitkan oleh lembaga kesehatan. Selain itu syarat lainnya, yakni harus memiliki hasil rapid test virus corona baru penyebab Covid-19.

"Kalau nggak punya rapid test, sudah tidak bisa beli tiket. Oleh regulator beli tiket tak melalui online, harus datang ke kantor yang ditunjuk," katanya saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Adapun untuk hasil rapid test ini, masa berlakunya 7-10 hari sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai informasi, rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi melawan virus corona, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona, sebagaimana didefinisikan beberapa situs kesehatan.

Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Setelah itu, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama dan hasilnya akan berupa garis yang muncul 10-15 menit setelahnya.

Lebih lanjut dia menyarankan, bagi yang ingin bepergian menggunakan pesawat, untuk tiba di bandara tiga jam sebelum penerbangan. Hal itu karena akan ada sejumlah titik pengecekan setibanya di Bandara.

"Cek poin pertama agak lama cek dokumen lengkap. Cek kesehatan, sekilas kita lihat apakah valid atau tidak. Disarankan tiga jam sebelum terbang, walaupun domestik," pungkasnya.

Tak hanya pesawat terbang, pembatasan juga dilakukan di moda transportasi kereta api. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI, Didiek Hartantyo mengatakan sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 4 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020, PT KAI mengoperasikan Kereta Api Luar Biasa.

"Ada tiga kepentingan yang boleh menggunakan. Dinas yang diutus oleh instansi, bisnis yaitu pengusaha swasta yang ada surat tugas dan surat keterangan sehat serta petugas kesehatan," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

(CNBCIndonesia.com)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Setiap Orang yang Masuk Ke Provinsi Riau Harus Wajib Lapor
Menteri Pendidikan Dipecat karena Beli Permen Senilai Rp30 Miliar untuk Siswa
PNS Kemendikbud di Atas 45 Tahun Tak Wajib Masuk Kantor
Update Data Rapid Test Provinsi Riau Capai 17.214 dengan 237 Reaktif
Liverpool Punya Waktu 12 Hari untuk Beli Werner

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad