Home  / Ekbis
Waduh! Kejagung Temukan Ada Fee Broker Fiktif di Jiwasraya
Selasa, 21 Januari 2020 | 12:13:51
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Jiwasraya.
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebutkan adanya temuan baru dalam proses penyelidikan kasus dugaan korupsi yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Temuan terbaru adalah adanya fee broker yang diberikan di luar biaya transaksi yang biasa dilakukan di Bursa Efek Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan terdapat tiga temuan yang saat ini didalami oleh penyidik. Selain fee broker tersebut, transaksi saham dan reksa dana yang dilakukan oleh asuransi pelat merah ini masih terus diperiksa.

"Ada yang disampaikan ada tiga kategori fee broker, kemudian saham dan reksa dana. Kalau jumlah transaksi ada 55 ribu transaksi yang saat ini diperiksa," kata Hari kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/1/2020).

Dia menyebutkan, fee broker yang dimaksud adalah sejumlah dana segar yang diberikan kepada seorang broker yang melakukan transaksi untuk Jiwasraya. Namun, Hari enggan untuk menyebutkan berapa besar fee yang diberikan tersebut.

"Fee broker itu kan gak boleh dapat fee kalau karyawan di situ. Masih kita cek berapa sih, itu yang masih diselidiki," tandas Hari.

Berdasarkan data yang dirangkum CNBC Indonesia, beberapa biaya di BEI terkait dengan transaksi saham yakni komisi broker atau brokerage fee.

Komisi merupakan biaya yang dibebankan pihak perusahaan sekuritas (broker) kepada investor dalam rangka proses penyampaian order transaksi baik jual maupun beli saham ke dalam sistem perdagangan elektronik BEI.

Jumlah fee di setiap sekuritas berbeda-beda, umumnya berkisar 0,15 - 0,25% hingga 0,25% - 0,35% dari nilai transaksi saham (sudah termasuk pajak pertambahan nilai/PPN), dan ditambah pajak penghasilan (PPh) 0,1% khusus untuk transaksi penjualan saham.

Biaya lainnya yakni biaya transaksi (Levy). Levy merupakan biaya transaksi yang dikenakan kepada investor setiap melakukan transaksi jual beli saham atas penggunaan jasa atau fasilitas transaksi Bursa. Besarnya levy tersebut 0,04% dari nilai transaksi hingga artikel ini diterbitkan (besaran transaksi tersebut untuk BEI (0,01%), KSEI (0,01%), biaya kliring KPEI (0,01%), dan ditambah dana jaminan KPEI (0,01%).

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Terungkap! 2 Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Danareksa
Biar Mudah Diawasi, Erick Thohir Bagi BUMN jadi 15 Klaster
Kejagung Tetapkan 4 Tersangka di Kasus Korupsi Danareksa
Pemda Disebut Kerap Akal-Akalan untuk Pangkas Dana BOS
Langsung Ditahan, Joko Hartono Jadi Tersangka Baru Jiwasraya

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad