Home  / Ekbis
Benarkah ‘Batik’ China Masih Merajalela?
Rabu, 2 Oktober 2019 | 18:06:50
(chinahighlights.com)
Foto: Chinese Batik
JAKARTA - Persoalan kain bermotif 'batik' asal China sempat jadi sorotan beberapa waktu lalu di tengah derasnya impor kain masuk ke Indonesia. Bagaimana kondisinya di lapangan?

Pantauan CNBC Indonesia, di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, umumnya pedagang mengaku lebih memilih produk lokal karena kualitas yang lebih bagus.
Di Blok A, Blok F, dan Blok G, umumnya pedagang menjajakan batik dari Pekalongan, Solo, dan Purwokerto. 

"Saya pernah ditawarkan kain impor, memang lebih murah, tapi saya tetap memakai dari lokal karena memang kualitasnya lebih baik," kata Ella, pedagang batik yang juga membuka usaha konveksi di Blok F.

Penelusuran berlanjut ke Blok A dan Blok B. Di sini, ada banyak toko yang menjajakan batik dengan pelbagai motif batik. Eni, pedagang batik mengatakan semua batik yang dijualnya merupakan batik lokal, tidak ada produk impor. 

Ia mengaku pernah ditawarkan batik impor namun tetap memilih untuk menjual produk lokal.

"Kualitas beda, batiknya bagusan kita," kata Eni yang mengaku mengambil banyak batik dari Solo dan Pekalongan.

Beberapa pedagang lainnya yang dijumpai juga mengaku tidak menjual batik impor atau berbahan dari impor.

"Saya belum pernah dengar ada batik impor. Batik itu produk Indonesia. Harusnya kita bangga, orang-orang luar, bule, dari Singapura mencari oleh-oleh batik di sini (Tanah Abang)," tegas Iis pemilik Bico Batik di Blok A.

Namun, pernyataan berbeda dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) Komarudin Kudiya. Ia menyebut ada importir gelap yang bikin batik tiruan dari China dan India marak di Indonesia. Batik China biasanya masuk ke Indonesia dalam bentuk kain.

"Jadi kadang-kadang mereka itu mencampur dengan produk apa gitu kan. Nah kalau ketahuan ya nggak boleh ya," katanya dikutip dari detikcom, Rabu (2/10/2019).

Secara keseluruhan untuk jenis kain impor ke pasar Indonesia memang trennya terus naik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik selama tiga tahun terakhir (2016-2018), volume impor kain terus meningkat dengan tren sebesar 31,80 persen.

Pada 2016, impor kain tercatat sebesar 238.219 ton, kemudian pada 2017 naik menjadi 291.915 ton, dan terus naik menjadi 413.813 ton pada 2018.

Negara asal impor kain, di antaranya China, Korea Selatan, Hongkong, dan Taiwan. Volume impor kain Indonesia terbesar berasal dari China dengan pangsa impor sebesar 67,86% pada 2018, kemudian 63,61% pada 2017, dan 61,42% pada 2016 dari total impor Indonesia.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Waspada, Jebakan Utang China di Mana-mana!
Jungkalkan Ranking 1 Dunia, Chen Yufei Juarai Lagi Fuzhou China Open
Mengamuk di Final, Kevin/Marcus Juarai Lagi Fuzhou China Open
Miris, Ranking 1 Dunia Mendadak Mundur di Semifinal Fuzhou China Open
Hasil Fuzhou China Open 2019: Kevin/Marcus Lolos ke Final

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad