Home  / Ekbis
Apes! Harga CPO Turun, Tren Koreksi Masih Mungkin Berlanjut
Senin, 23 September 2019 | 13:43:07
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Ilustrasi Kebun Kelapa Sawit
JAKARTA - Harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) dibuka melemah tipis dibanding penutupan perdagangan akhir minggu lalu. Penurunan harga diakibatkan oleh berbagai sentimen global maupun lokal.

Pada Senin (23/9/2019), harga CPO dibuka di RM 2.219/ton. Turun 0,3% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Hingga pukul 10:21 WIB, harga CPO bergerak ke RM 2.209/ton. Sejak dibuka, harga CPO berfluktuasi menyentuh titik tertinggi di RM 2.221/ton dan terendah di harga RM 2.207/ton.

Penurunan harga ini menyusul berbagai sentimen eksternal dan domestik. Pasar komoditas terguncang usai penyerangan terhadap ladang minyak milik Saudi Aramco. Tidak hanya minyak, harga komoditas lain pun terpengaruh.

Sentimen ini cukup untuk mengerek naik harga minyak sawit mentah. Namun kenaikan stok di India, aturan yang ketat untuk menembus pasar Eropa, serta melunaknya China untuk produk kedelai Amerika Serikat (AS) tampaknya akan membatasi pergerakan harga komoditas ini.

Sejak 5 September lalu, India menerapkan tarif impor yang sama untuk produk minyak sawit Malaysia. Namun peningkatan impor secara bulanan dan restocking menyebabkan tingginya cadangan minyak sawit India. Di saat yang sama, dengan berakhirnya pengecualian untuk produk minyak sawit Malaysia juga menandai turunnya permintaan terhadap minyak sawit ke depan.

Belum lama ini China juga memberikan pengecualian impor kedelai AS dari tarif perang dagang tambahan. Akibatnya impor kedelai AS akan meningkat. Meningkatnya impor kedelai AS akan cenderung menurunkan impor minyak sawit di waktu bersamaan. 

Sementara itu dari Benua Biru penurunan impor terhadap minyak sawit untuk mematuhi Undang-undang Uni Eropa baru yang bertujuan untuk menghentikan penggunaan minyak sawit untuk biodiesel pada 2030 sudah mulai dilakukan.

Ketiga alasan di atas dapat menyebabkan penurunan permintaan minyak sawit yang dapat berimbas pada adanya peningkatan stok minyak sawit. Hal tersebut dapat mengakibatkan harga cenderung terkerek turun.

Sentimen negatif juga datang dari dalam negeri akibat adanya peristiwa kebakaran hutan pada September ini. Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), sedang menyelidiki penyebab dari kebakaran hutan ini.

Pihaknya menemukan bahwa terdapat 278 titik api yang berada di lahan konsesi kelapa sawit yang sudah disertifikasi dari total 73.508 titik api yang tersebar di Malaysia dan Indonesia. RSPO akan menindak tegas setiap kelalaian yang dilakukan oleh anggota terutama dalam hal membuka lahan baru menggunakan cara-cara yang bertentangan agenda RSPO seperti slash & burning.

Peristiwa ini sedikit banyak juga akan mempengaruhi sentimen pasar terutama dari Eropa sebagai salah satu benua yang sangat ketat dalam mengatur produk sawit.

Sentimen-sentimen di atas akan menyebabkan harga minyak sawit mentah minggu ini akan bergerak fluktuatif dan cenderung turun. Analis teknikal untuk harga komoditas dari Reuters, Wang Tao memprediksi harga minyak sawit mentah berpotensi untuk menguji kembali titik support di harga RM 2.161/ton.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bupati Suyatno Hadiri Malam Penghargaan Bukit Barisan di Makodam I/BB Medan
Duh! Harga Komoditas RI Makin Suram, CPO-Batu Bara Parah
Berapa Harga Tas Tangan Istri KH Ma’ruf Amin Saat Pelantikan Presiden 2019?
Gubernur Riau Terima Penghargaan Innovative Goverment Award 2019
Terima Penghargaan Tingkat Nasional, Pemerintah Provinsi Riau Rqih BKN Awards

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad