Home  / Ekbis
Heboh Bos Taksi Malaysia Tolak Gojek & Ancaman Driver Ojol RI
Rabu, 28 Agustus 2019 | 10:39:54
(Instagram/@gojekindonesia)
Foto: Penampakan PCX Listrik Duet Maut Astra dan Gojek
JAKARTA - Pernyataan Pendiri Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail ramai dibicarakan netizen tanah air. Pasalnya, ia menyebut Gojek bisa berkembang di Indonesia karena tingkat kemiskinan yang tinggi.

Pernyataan ini diungkapkan Shamsubahrin Ismail pada Kamis (22/8/2019) dalam konferensi pers di kantor Big Blue Taxi soal penolakannya pada keputusan kabinet Mahathir Mohamad yang memberikan lampu hijau pada Gojek membawa ojek online dan layanan lainnya ke Malaysia.

Shamsubahrin Ismail mengungkapkan, Gojek bisa berkembang di Indonesia karena jalan raya di Indonesia yang terlalu sempit untuk kendaraan.

"Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi. Malaysia tidak bisa seperti itu. Anak muda [Malaysia] bukan akan miskin, tak datang dari keluarga miskin. Kenapa kita mau menjatuhkan marwah mereka sehingga menjadi tukang Gojek," ujarnya, Selasa (27/8/2019).

"Di Indonesia, wanita dapat memeluk driver (sebagian besar pengendara adalah pria) begitu saja tetapi bagaimana dengan Malaysia? Apakah kita ingin melihat wanita kita memeluk driver di sana-sini?" ujarnya seperti dikutip dari Free Malaysia Today.

Penolakan terhadap Gojek di Malaysia berbanding terbalik dengan penerima Grab di Indonesia. Grab didirikan di Malaysia oleh Anthony Tan dan Tan Hoi Loing. Nama awal Grab adalah My Teksi.

Di Indonesia keberadaan Grab cukup diterima masyarakat dengan tangan terbuka. Grab masuk Indonesia sejak 2014 dengan menyediakan layanan taksi online. Setelah itu layanan berkembang menjadi layanan pengantaran manusia, makanan dan barang menggunakan kendaraan roda dua hingga roda empat.

Bahkan Indonesia menjadi mesin pertumbuhan terbesar kedua Grab setelah Singapura. Tinggi potensi pasar Indonesia dan baiknya penerimaan masyarakat membuat Grab akan membangun kantor pusat keduanya di Indonesia.

Driver Tuntut Permintaan Maaf

Pernyataan Shamsubahrin Ismail pun dianggap menyinggung perasaan driver ojol. Pernyataan tersebut dianggap merendahkan profesi ojol dan Indonesia.

Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan dia dan seluruh pengemudi ojol di Indonesia sudah membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Kedubes Malaysia.

Pada surat itu tertulis tuntutan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka dari seseorang pada video itu yang diduga warga negara Malaysia bernama Shamsubahrin Ismail, pendiri perusahaan Big Blue Taxi Services.

Igun bilang bahwa pernyataan 'Gojek hanya untuk negara miskin seperti di Jakarta, Indonesia' merupakan representasi dari merendahkan martabat profesi dan menghina masyarakat Indonesia secara umum.

Menurut Igun jika tuntutan tidak ditanggapi, maka pada Selasa (3/9/2019) dia bersama massa siap mengepung Kedubes dan Konsulat Jenderal Malaysia di seluruh Indonesia.

"Jika tidak ada klarifikasi dari dubes Malaysia di Jakarta dan permohonan maaf dari bos taksi di Malaysia dalam video yang merendahkan martabat kami, maka kami driver ojek online se Indonesia akan kepung Kedubes Malaysia di Jakarta dan konjen-konjen Malaysia di seluruh NKRI," ujar Igun seperti dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (28/8/2019).

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Koran Malaysia Berumur 80 Tahun Ini Tutup, 800 Karyawan PHK
Dear Pak Jokowi, Terbitkan Perppu KPK itu Simple Kok!
Apa yang Membuat Mahasiswa Ogah Temui Jokowi di Istana?
Maaf Pak Jokowi, Mahasiswa Tolak Mentah-Mentah Ajakan Bertemu
Konflik Kepentingan Karhutla, Menteri Malaysia Didesak Mundur

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad