Home  / Ekbis
Percaya atau Tidak, Harga Emas Diramal Tembus Rp 800.000/Gram
Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:21:34
Foto: Ist
JAKARTA - Reli harga emas belum usai paska menembus level tertingginya Rp 755.000 per gram. Instrumen investasi ini masih berpeluang menembus level Rp 800.000 per gram hingga akhir tahun ini. 

Suhu Yo, Ahli Fengshui mengungkapkan, emas menjadi instrumen investasi yang tepat kala eskalasi konflik dagang dagang antara Amerika Serikat dan China terus meningkat.
"Ini tahun yang tepat masuk ke instrumen emas," kata Suhu Yo, kepada CNBC Indonesia, Selasa (13/8/2019). 

Apalagi, kata dia, belakangan nilai tukar Rupiah kembali melemah ke posisi Rp 14.300 per US$. Padahal, pertengahan Juni lalu, kurs Rupiah sempat berbalik menguat ke level Rp 13.920 per US$.

"Harga emas berpeluang menembus level Rp 800.000 per gram," kata dia menambahkan. 

Mengacu data logam mulia Antam, harga emas Antam menanjak signfikan ke level Rp 753.000 per gram pada 8 Agustus 2019 lalu, kemudian menguat lagi ke level Rp 755.000 per hari ini. 

Padahal, pada pertengahan Mei lalu, emas Antam masih bertengger di posisi Rp 669.000 per gram. 

Sabtu lalu, harga emas Antam sempat terkoreksi seiring mulai meredanya perang dagang AS-China yang berdampak pada pelemahan tipis harga emas global pada Jumat. Situasi kondusif biasanya akan membuat investor mulai berani masuk ke instrumen investasi risiko tinggi dan meninggalkan emas. 

President Director of Sucor Asset Management, Jemmy Paul Wawointana berpendapat, kenaikan harga emas hingga mencapai level Rp 753.000 per gram adalah yang hal yang wajar sebagai instrumen defensif kala perekonomian global penuh ketidakpastian. Instrumen ini dinilia kebal terhadap gejolak.

"Mereka berpikir, akan lebih aman memegang emas daripada mata uang asing (yang rentan melemah)," kata Jemmy belum lama ini.

Sementara itu, Head of Wealth Management and Retail Digital Bussiness Commonwealth Bank Indonesia, Ivan Jaya menyebut dalam setahun terakhir, investor emas mengalami peningkatan cukup signifikan, persentasenya sekitar 70 hingga 80%. 

"Bisa dikatakan emas itu merupakan instrumen defensif untuk para investor," ujar dia.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Malaysia vs Indonesia: Pertaruhan Harga Diri Tanpa Simon
RSUD Tulungagung Dinobatkan Jadi RS Terbaik di Dunia
Personel Bakamla RI Raih Medali Emas Kejuaraan Ju-Jitsu Newaza Bekasi Open 2019
Bupati Suyatno Hadiri Malam Penghargaan Bukit Barisan di Makodam I/BB Medan
Rumah Megah Orang Kaya Raya di Palu Bak Istana Berlapis Emas

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad