Home  / Ekbis
Cabe dan Bawang Sumbang Inflasi di Riau
Kamis, 2 Mei 2019 | 20:32:54
fin/riaueditor.com
PEKANBARU, riaueditor.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, dibanding inflasi secara nasional yang hanya 0,44%, Riau mengalami peningkatan inflasi di bulan April sebesar 0,53 persen. Meski demikian secara tahunan inflasi di Riau tergolong rendah yakni hanya 1,64%.

Demikian disampaikan Kabid Statistik Distribusi BPS Provinsi Riau, Agus Nuwibowo didampingi Kabag TU, Tri Wahyu Joko Pratomo didepan puluhan wartawan di kantor BPS Riau Jalan Pattimura, Kamis (2/5/19).

"Bahan makanan memberikan andil besar terhadap inflasi. Di Riau  cabe menyumbang inflasi sebesar 0,13% dan bawang merah 0,12%. Sedangkan untuk komoditi beras selama April mengalami deflasi sebesar 0,07%," ujarnya.

Agus menjelaskan, ada 5 kolompok pengeluaran yang mengalami inflasi, dan 2 kelompok mengalami deflasi. Penyumbang inflasi terbesar untuk April 2019 masih kelompok bahan makanan dengan angka inflasi sebesar 1,82%.

Kelompok lain, yakni makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau andil inflasinya sebesar 0,05%. Lalu kelompok kesehatan inflasi 1,63%, pendidikan, rekreasi dan olahraga inflasi 0,04%, transpor, komunikasi dan jas keuangan di Riau juga mengalami inflasi 0,28%.

"Sedangkan untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sepanjang April 2019 mengalami deflasi sebesar 0,18% dan sandang juga mengalami deflasi 0,005%. Ini inflasi tertinggi sepanjang 2019, menjelang puasa dan lebaran. Kemungkinan harga-harga akan naik awal Juni. Tapi kalau dilihat year on year (yoy), inflasi secara umum masih terkendali," ujar Agus.

Ia mengatakan, 3 kota di Provinsi Riau yang masuk dalam hitungan inflasi yakni, Kota Pekanbaru sebesar 0,51% dengan inflasi tahun kalender 0,17% inflasi tahunan 1,60%. 

Kemudian Kota Dumai  sebesar 0,35% dengan inflasi tahun kalender 0,07% dan inflasi tahunan 1,60%. Lalu untuk Kota Tembilahan juga mengalami inflasi sebesar 1,06%, dengan inflasi tahun kalender 1,27% dan inflasi tahunan 2,01%. 

Sementara nilai ekspor Riau yang meliputi lemak, kertas minyak, kertas, karton dan bubur kertas mengalami kenaikan dibanding Februari sebesar 4,34 persen atau senilai 967,63 juta US Dollar. Pangsa ekspor Riau masih didominasi Tiongkok dan India.

Sedangkan impor trendnya mengalami penurunan dibanding Februari yakni 3,27 persen atau senilai Rp 98,08 juta Dollar US. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Melanggar Etik, Enam Personil Polda Riau Lepas Baju
Impor Bawang Putih Berujung ke KPK, Buwas: Bukti ada Mafia
Pemprov Riau Gelar Gerak Jalan Santai Hari Jadi ke-62 Provinsi Riau
Kasus Bawang Putih, KPK Geledah Kantor Kemendag dan Kementan
Masjid Darul Abral DPRD Riau Potong 7 Ekor Hewan Qurban

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad