Home  / Ekbis
Mahata, Broker Teknologi di Balik Keuntungan Garuda pada 2018
Rabu, 24 April 2019 | 21:51:19
(REUTERS/Beawiharta)
Foto: Garuda Indonesia
JAKARTA - Nama Startup Mahata Aero Teknologi kini berada dalam pusaran skandal laporan keuangan 2018 PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Kerja samanya dengan Garuda Indonesia telah membuat maskapai BUMN ini tiba-tiba meraup laba.

Pada 2018, Garuda Indonesia mencetak laba bersih US$ 809.846 atau setara Rp 11,49 miliar (kurs Rp 14.200/US$). Padahal 2017 Garuda rugi US$ 216,58 juta (Rp 3,07 triliun).  Secara operasional, tahun lalu Garuda sebenarnya mencatatkan kerugian sebesar US$4,58 miliar.

Kinerja Garuda diselamatkan perjanjian dengan Mahata Aero Teknologi yang kemudian dicatatkan di pos pendapatan lain-lain sebagai 'pendapatan kompensasi atas hak pemasangan peralatan layanan konektivitas dan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten'. Nilainya US$239,94 juta (sekitar Rp2,9 triliun).

Lalu siapa Mahata? Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, Mahata didirikan oleh M. Fitriansyah (Temi) yang juga merupakan Ketua Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesi (HIPMI) Bangka Belitung (Babel). 

Mahata merupakan startup penyedia teknologi wifi on board pertama dalam sejarah penerbangan Indonesia. Teknologi yang digunakan untuk layanan ini adalah GX Aviation Sistem atau layanan konektivitas nirkabel global berkecepatan tinggi pertama dan satu-satunya di dunia yang dikirimkan melalui jaringan High-Throughput Satellites (HTS). 

Mahata tidak memiliki teknologi ini. Mahata hanya bertindak sebagai broker. Teknologi ini dimiliki Inmarsat Aviation, Lufthansa Technik (hardware, engineering, installation design and certification), dan Lufthansa System (software platform and integration).

Mahata memiliki situs resmi https://www.mahataaerotech.com/. Namun ketika diakses yang muncul hanya dua kalimat. "Domain is for sale" dan "Domain and hosting for sale, still 5 years contract". Tetapi Mahata miliki kantor pusat Gedung Artha Graha Lantai 6, kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta.

Dubai Forum.me melaporkan pada 8 April 2019 Mahata baru saja mendapatkan suntikan dana sebesar US$21 juta yang dipimpin oleh Well Vintage Enterprise FZE Dubai, yang merupakan investor eksisting perusahaan.

Dana ini akan digunakan untuk pembayaran awal hardware untuk GX aviation sistem yang akan digunakan Garuda Indonesia Group. "Pendanaan ini akan membantu mempercepat pemasangan infrastruktur konektivitas penerbangan di semua pesawat Garuda Indonesia Group," kata Presiden Direktur Mahata Aero Teknologi M. Fitriansyah, seperti dikutip Rabu (24/4/2019).

Dalam situs resmi Well Ventage Enterprise, investor Mahata ini menyebut diri sebagai perusahaan konsultan manajemen dan keuangan. Perusahaan memberikan layanan konsultasi keuangan, trade finance, peningkatan modal, alokasi modal dan wealth management.

Well Ventage Enterprise berdiri pada 2007 dengan kantor pusat pertama di Singapura. Perusahaan ini sudah memfasilitasi dan mengerjakan proyek di Singapura, Uni Emirat Arab, Indonesia, Filipina, China, Kamboja dan Thailand.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Panglima TNI: Keanekaragaman dan Kebhinnekaan Menjadikan Indonesia Negara Kuat
Nambah Terus, Utang Luar Negeri RI Q1-2019 Capai Rp 5.581 T
Utang Pemerintah Bertambah Rp 347 T dalam Setahun
Dalam 4 Bulan, Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp 82 T
Pemerintah Terbitkan Utang dalam Yen Jepang Rp23,36 Triliun

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad