Home  / Ekbis
Hati-Hati, Alibaba & Tencent Cs Bersatu Lahirkan Taksi Online
Jumat, 22 Maret 2019 | 19:17:33
Foto: REUTERS/Steve Marcus
JAKARTA - Alibaba, Tencent, Suning dan produsen mobil China termasuk Chingqing Changan Automobile telah membentuk perusahaan patungan berbagi tumpangan (ride-hailing) bermodal US$1,5 miliar atau setara Rp 21 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000) untuk menantang dominasi Didi Chuxing.

Chongqing Changan Automobile, pada Jumat (22/3/2019), mengatakan perusahaan telah berinvestasi 1,6 miliar yuan atau $ 238,36 juta) di perusahaan modal ventura yang akan berbasis di Nanjing bersama mitra seperti unit investasi Alibaba, Tencent dan pengecer Suning.Com Co Ltd, dan pembuat mobil FAW dan Dongfeng Motor.

China adalah pasar ride-hailing terbesar di dunia, konsultan Bain & Co memperkirakan nilai pasarnya bernilai US$ 23 miliar. Didi Chuxing menguasai 90 persen pemesanan pelanggan.

Namun, sejumlah pembuat mobil, mulai BMW, Geely hingga SAIC serta perusahaan teknologi lainnya seperti Meituan Dianping juga telah meluncurkan layanan mobilitas sendiri untuk menggarap pasar yang tumbuh cepat itu. Didi Chuxing, yang didukung oleh SoftBank Group Corp dan Uber Technologies Jepang, juga memiliki usaha patungan dengan BAIC dan Volkswagen.

Wijaya Ng dari Ipsos Business Consulting, yang melacak industri otomotif China mengatakan usaha baru itu cocok dengan tren global di mana para pembuat mobil tradisional memasuki sektor otomotif masa depan.

"Mereka melihat ke depan, jika berbagi tumpang akan menjadi masa depan, mereka ingin memasuki pasar ini lebih cepat dari pada menunggu," kata Wijaya Ng seperti dikutip dari Reuters.

Chongqing Changan Automobile mengatakan perusahaannya, Dongfeng dan FAW akan memiliki masing-masing 15 persen saham pada perusahaan baru ini. Suning.com akan menjadi pemegang saham terbesar dengan 19 persen saham sementara sisanya akan dimiliki unit investasi Alibaba dan Tencent.

Sun-hail perusahaan baru dan investornya, yang berasal dari berbagai bidang, akan membantu membentuk "sinergi bisnis yang akan membantu memperkaya ekosistem perusahaan", Suning mengatakan dalam sebuah pernyataan.

FAW dan Dongfeng mengonfirmasi usaha itu sementara Alibaba dan Tencent menolak berkomentar di luar pernyataan Chongqing Changan Automobile. Didi Chuxing menolak berkomentar.

(cnbcindoesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kemenhub Batal Larang Diskon Tarif Ojek Online, Tapi...
Menhub Larang Diskon Tarif Transportasi Online
Berlaku 1 Juni, Siap-Siap Ada Pembatasan Jumlah Taksi Online!
Samsat Online Nasional Diluncurkan, Berlaku di Seluruh Indonesia
AirAsia: 15 Agen Perjalanan Online Tidak Mau Jual Tiket Kami

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad