Home  / Ekbis
Sering Jadi Polemik, Ini 3 Faedah Jika Harga BBM Naik
Rabu, 17 Oktober 2018 | 23:06:24
Foto: Edward Ricardo
JAKARTA - Kuota subsidi BBM dan LPG dalam APBN 2018 jebol. Berdasar data Kementerian Keuangan, per 30 September 2018 realisasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) capai Rp 54,3 triliun atau 115,9% dari target.  

Dengan realisasi saat ini, subsidi BBM dan LPG naik 96,7% dibanding realisasi di periode serupa tahun lalu yang hanya Rp 27,6 triliun. Prediksinya di akhir tahun subsidi BBM akan meroket jika tak dikendalikan, apalagi jika harga minyak dunia terus melesat.

Tidak hanya menjadi beban bagi anggaran pemerintah, sektor migas juga jadi biang kerok "hancurnya" neraca perdagangan di tahun ini. 

Sebagai informasi, defisit perdagangan migas saja untuk periode Januari-September 2018 sudah mencapai US$ 9,37 miliar (Rp 142 triliun). Nilai itu jauh lebih besar dari defisit neraca perdagangan secara total sebesar US$ 3,81 miliar (Rp 58 triliun).

Kondisi ini lantas menimbulkan desakan bahwa sudah tiba saatnya RI melakukan reformasi di sektor migas. Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) perlu konsisten pada semangat awal untuk menaikkan level negara ini dari bangsa yang "kecanduan" BBM. 

Di saat pemerintah nampaknya masih ragu-ragu untuk menaikkan harga BBM bersubsidi (termasuk Premium), Tim Riset CNBC Indonesia menguraikan faedah apa saja yang bisa diperoleh negara ini jika pemerintah "bernyali" untuk melakukan reformasi BBM. 


(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Asosiasi Maskapai: Penurunan Harga Tiket Pesawat 20%-60%
Gara-Gara China, Tidak Ada Happy Friday untuk Batu Bara
Polemik Bangun Jalan Tol: Pakai Dana Utang, Lalu Dijual ke Swasta
Kecuali Premium, Harga BBM Turun Mulai Malam Nanti
Akibat Aksi Ambil Untung, Harga CPO Kembali Melemah

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad