Home  / Advertorial
Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Bupati Harris Resmikan SP3T Kuala Kampar
Padi Kuala Kampar Masuk Grand Design Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor Wilayah Perbatasan
Kamis, 18 April 2019 | 20:29:22
Humas Pelalawan
Bupati Pelalawan, HM Harris bersama Plh Kepala Balai Besar Litbang Pasca Panen Kementerian Pertanian Dede Hairudin Phd, Kepala BPTP Nana Sutrisna dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan Ir. Syahfalevi meresmikan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) Mendol coperative Farming SU-III Gapoktan Harapan Maju Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar pada Rabu (27/2/2019) lalu.
PELALAWAN, riaueditor.com - Bupati Pelalawan, HM Harris bersama Plh Kepala Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian Balitbang Kementerian Pertanian Dede Hairudin Phd, Kepala BPTP Nana Sutrisna dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan Ir. Syahfalevi meresmikan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) Mendol coperative Farming SU-III Gapoktan Harapan Maju Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar pada Rabu (27/2/2019) lalu. 

Bupati HM Harris menyampaikan, sejalan dengan kebijakan pembangunan pemerintahan, Presiden RI dan Wakil Presiden RI yang dikenal 9 agenda atau nawacita, maka setidaknya ada 3 prioritas pembangunan Kabupaten Pelalawan yang menunjang atau menjadi bagian dari implementasi nawacita yakni pembangunan kawasan teknopolitan, destinasi wisata bono di Teluk Meranti dan pengembangan kawasan padi wilayah perbatasan di Kuala Kampar.

"Sebagai daerah yang terletak dipesisir dan merupakan daerah perbatasan negara, maka membangun Kabupaten Pelalawan berarti membangun Indonesia dari pinggiran. Pengembangan padi dikawasan Kuala Kampar dengan skala agribisnis akan berdampak bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani serta terwujudnya kedaulatan sebagai menjadi target dari nawacita," ujar Bupati Harris.

Menurutnya, sudah sejak lama Pulau Mendol dengan luas kurang lebih 30.000 Ha merupakan lumbung padi bagi kawasan pesisir bagian tengah Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, dengan pola tradisional dan sebagian telah terjangkau oleh program pemerintah. 
Sebelumnya, pada tahun 2015, produksi padi mencapai kurang lebih 18.000 ton. Kabupaten Pelalawan dengan upaya inovasi telah memiliki 5 varietas padi unggul pasang surut yang telah dilepas dan dilaunching yakni cekau, karya, bono, mendol dan inpara Pelalawan mempunyai potensi 8,2 ton, dan segaka keteebataaan SDM dan infrastruktur perbenihan.

"Kecamatan Kuala Kampar berpotensi menyumbang produksi padi lebih 60.000 ton mengalami peningkatan 2 kali  dari kondisi saat ini.Untuk itu Kita berharap dengan telah ditetapkannya Kabupaten Pelalawan sebagai kawasan padi oleh Keputusan Menteri Pertanian. Dengan berbagai potensi tersebut, kami siap menerima penugasan dari pusat dan kami berharap juga kawasan padi di Kabupaten Pelalawan menjadi bagian dari roadmap Indonesia lumbung pangan dunia 2045," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan Ir Syahfalevi menyebutkan kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Pelalawan disinergikan dengan kebijakan pusat melalui keputusan Menteri Pertanian Nomor : 380 tahun 2016 hingga saat ini ditetapkan sebagai kawasan padi Kecamatan Kuala Kampar khususnya kawasan padi kuala kampar masuk dalam grand design lumbung pangan berorientasi Ekspor wilayah perbatasan.

Dilanjutkannya, kebijakan pembangunan pertanian yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan selalui mensinergikan dengan program Pemerintah Pusat dengan menciptakan swasembada pangan. Padi di Kecamatan Kuala Kampar, Manggis di Kecamatan Langgam dan cabe di sejumlah kecamatan lainnya, untuk itu dilakukan upaya percepatan pengembangan kawasan pertanian diantaranya adalah untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi.

"Isu strategis peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani secara nasional juga menjadi isu strategis di daerah kita, maka dengan itu saya sadari pembangunan pertanian tidak bisa sepenggal-sepenggal. Harus komprehensif, mulai dari hulu budidaya sampai hilir pasca panen. Hari ini juga, kita melakukan panen raya padi di lahan seluas 5.793 Hektare di lima desa di Kecamatan Kuala Kampar yakni Desa Sungai Upih, Desa Sungai Solok, Desa Teluk Bakau, Desa Serapung dan Desa Teluk Beringin," ujarnya.  

Dijelaskan Harris, kabupaten Pelalawan dengan upaya inovasi telah memiliki 5 varietas padi unggul pasang surut yang telah dilepas dan dilaunching yakni cekau, karya, bono, mendol dan inpara Pelalawan membuktikan keseriusan Kita bersama dalam pembenihan dan pengembangan varietas padi di Kuala Kampar.

Pengembangan padi di kawasan Kuala Kampar dengan skala agribisnis akan berdampak bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani serta terwujudnya kedaulatan sebagai menjadi target dari nawacita.

"Pemasaran produksi beras penyalai yang perharinya bisa mencapai 10 ton melalui SP3T diharapkan dapat memenuhi kebutuhan beras lokal di Kabupaten Pelalawan dengan pemasaran yang tepat.Terlebih jika berorientasi ekspor ke wilayah perbatasan seperti di pulau Ransang, Tanjung Batu, pulau Sumatra, Pulau Batam, pulau Karimun pulau Burung, Malaysia dan Singapura dibutuhkan peningkatan produktivitas padi yang berkelanjutan," ungkapnya.  

Beberapa kali Bupati Harris mengingatkan agar kualitas ekspor beras Penyalai tidak boleh patah lebih dari 2 persen. "Kalau sekarang 10 sampai 15 persen patahnya maka dalam proses pengeringan dan penggilingan harus betul-betul disempurnakan. Karena jika patah beras lebih dari 2 persen akan sulit diekspor," ungkapnya saat panen raya padi di lahan seluas 5.793 Hektare di lima desa di Kecamatan Kuala Kampar yakni Desa Sungai Upih, Desa Sungai Solok, Desa Teluk Bakau, Desa Serapung dan Desa Teluk Beringin dan meresmikan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) Mendol coperative farming SU-III gapoktan Harapan Maju Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar pada hari yang sama. 

Kawasan pertanian padi di Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan bertujuan menciptakan swasembada pangan dengan mensinergikan program pusat. "Kabupaten Pelalawan dengan upaya inovasi telah memiliki 5 varietas padi unggul pasang surut yang telah dilepas dan dilaunching yakni cekau, karya, bono, mendol dan inpara Pelalawan membuktikan keseriusan kita bersama dalam pembenihan dan pengembangan varietas padi di Kuala Kampar. Kita harus yakin bahwa kita bisa kedepannya menjadi lumbung pangan di Indonesia maupun lumbung pangan dunia 2045," terangnya.

Pemkab Pelalawan juga terus berupaya meningkatkan produksi pertanian di Kecamatan Kuala Kampar. Beras penyalai yang dihasilkan akan dipromosikan hingga ke pasar Nasional.

Produksi padi dari Kuala Kampar yakni Beras Penyalai selama ini dijual bebas ke luar daerah Pelalawan maupun provinsi Riau. Bahkan disinyalir sebelumnya sempat memenuhi permintaan pasar di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Maka Pemkab Pelalawan mencoba melakukan upaya pengelolaan secara serius serta langkah-langkah pengolahan yang baik, terang Harris.

Mulai dari upaya mengontrol kebiasaan petani setempat agar mengikuti cara bercocok tanam secara modern yang diterapkan oleh dinas terkait, merangsang petani setempat agar menerapkan pola cocok tanam memakai sistem irigasi, dan meminta petani memakai bibit padi unggul hasil pemurnian dengan varietas lokal.

"Semuanya untuk meningkatkan hasil panen padi yang maksimal dengan rentang usia panen yang lebih cepat dari sebelumnya. Agar memperoleh hasil sesuai harapan," beber Bupati Harris.

Pola pertanian dengan ekstensifikasi dan intensifikasi akan diterapkan secara maksimal agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Melalui program Pelalawan Makmur, Pemkab menyalurkan bantuan kepada petani padi untuk membantu pengolahan pertanian. Termasuk program-program jangka pendek maupun jangka panjang yang telah disusun dalam RPJMD.



Bupati HM Harris Terima Penghargaan 

Sebelumnya, Bupati Pelalawan HM Harris menerima penghargaan Karya dan Peduli Dalam Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian dari Kementerian Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian pada Jumat (15/3/2019) di CK Tanjung Pinang Timur Kepri. 

Penghargaan yang diberikan kepada Bupati HM Harris mewakili Pemerintah Kabupaten Pelalawan diserahkan dalam acara Rapat Kerja lingkup Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian dengan tema Konsolidasi Sumber Daya Pengkajian Untuk Akselerasi Pencapaian Selama Kegiatan Strategis Badan Litbang Pertanian. 

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang pengkajian dan pengembangan inovasi pertanian antara Badan Litbang Pertanian dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Pelalawan, Ir. M. Syahrul Syarif, M.Si menyampaikan Kabupaten Pelalawan di bawah kepemimpinan Bupati Pelalawan HM Harris senantiasa mengedepankan dan mengembangkan inovasi berbasis teknologi diberbagai sektor, salah satunya keseriusan dalam pengembangan inovasi teknologi pertanian seperti yang dilakukan di Kecamatan Kuala Kampar. Penghargaan yang diterima tentu menjadi pemicu untuk terus lebih mengembangan inovasi teknologi pertanian ditengah-tengah masyarakat," ujarnya. (advertorial/zul)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Gubri Hadiri Kampar Internasional Paragon Boat Festival 2019
TMMD Ke 105 Kodim 0313/Kpr, Koramil 15/Kuala Kampar Ajak Pelajar Cinta Tanah Air
Melalui TMMD Ke 105 Kodim 0313/Kpr, Koramil 15/Kuala Kampar Aktif Cegah Karhuta
Melalui TMMD Ke -105, Koramil 15/KK Kodim 0313/Kpr Ciptakan Sinergitas TNI-Rakyat
Bina Silaturahmi Melalui Komsos, Koramil 15/Kuala Kampar Kenalkan TMMD

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad