Home  / 
Kapen Kogabwihan III: Pendeta di Hitadipa Korban Penembakan KKSB Papua
Senin, 21 September 2020 | 09:52:26
(Pen Kogabwilhan III)
PAPUA - Keganasan gerombolan separatis teroris Papua berlanjut di Hitadipa. Setelah memakan korban warga sipil beberapa hari yang lalu, 1 diantaranya tewas di tempat dan menembak 2 TNI. 

Kini giliran pendeta Yeremia Zanambani, yang jadi korban keganasan gerombolan ini. Kejadian ini menambah daftar Panjang korban keganasan KKSB Papua yang sedang mencari perhatian menjelang SU PBB tanggal 22-29 September mendatang.

Hal ini ditegaskan Kapen Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa (Minggu, 20/9/2020) yang menyatakan bahwa gerombolan itu kembali menebar fitnah dengan mengatakan bahwa TNI lah pelaku penembakan. 

Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik dan perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini. 

"Dan inilah yang saya khawatirkan, bahwa rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah settingan mereka yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI menembak pendeta. Harapan mereka, kejadian ini jadi bahan di Sidang Umum PBB. Saya tegaskan, bahwa ini semua fitnah keji dari KKSB," ungkap Kol Czi IGN Suriastawa.

Dia juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan sebaran fitnah gerombolan KKSB, khususnya melalui medsos. Dari sejak tadi pagi (20/9), 3 akun mereka mulai menyebarkan berita bohong dengan memutarbalikkan fakta. 

"Fitnah mereka di medsos, jelas sudah settingan dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang SU PBB, seperti yang saya sampaikan kemarin," ujarnya.

TNI membantu Polri bertugas untuk melindungi masyarakat dari kebiadaban KKSB seperti yang telah mereka tunjukkan dalam 1 minggu terakhir ini. 

"TNI-Polri justru melindungi masyarakat dari aksi mereka," pungkas Kapen Kogabwilhan III ini.(Pen Kogabwilhan III)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Sebagian Besar Masyarakat di Papua Dukung Otsus Berlanjut
Darah Prajurit Satgas Yonif MR 413 Kostrad Rela Diberikan Kepada Masyarakat Papua, Ini Alasannya
100 Pria Serang Jamaah Shalat Jumat, 5 Terbunuh dan 18 Diculik, Termasuk Khatib
Satgas TNI Berhasil Selamatkan Dua Warga Sipil dari Tindakan Kriminal Kombatan Twa di Kongo
Kesaksian Mahasiwa Papua dari Pelosok Kalbar, Sebut Papua Berkembang Pesat

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter