Home  / 
LIPI Sebut Penemuan Mutasi Virus Corona di Surabaya April
Selasa, 1 September 2020 | 21:24:42
(Foto: AP/Sakchai Lalit)
Ilustrasi mutasi virus corona baru di Surabaya.
JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia merespons klaim Universitas Airlangga yang menyebut mutasi Covid-19, tipe Q677H telah ditemukan di Surabaya. Pihak LIPI mengatakan mutasi Q677H itu telah ditemukan di 16 negara di dunia.

Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto mengatakan hal tersebut berdasarkan data dari GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data).

"Selain di Surabaya, mutasi Q677H baru ditemukan di 98 sampel lainnya di 16 negara," ujar Wien saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (1/9).

Lebih lanjut, Wien mengatakan mutasi Q677H dan D614G yang disebut lebih menular 10 kali lipat telah ditemukan pada virus SARS-CoV-2 di Surabaya sejak awal April.

Wien menjelaskan D614G telah ada 9 hasil sekuens genom utuh atau Whole Genome Sequencing (WGS). Kemudian, tiga mutasi D614G di Yogyakarta, dua di Bandung, dan dua dari LIPI berdasarkan sampel dari Tangerang dan Jakarta.

"Mutasi D614G dan Q677H memang ditemukan pada virus di Surabaya pada awal April. Virus dengan mutasi D614G sudah terdapat pada 77,5 persen dari seluruh genom virus yang sudah tercantum di GISAID," kata Wien.

Terkait mutasi Q677H, Wien mengatakan jumlah dan lokasi penyebaran mutasi masih terbatas. Hal ini menyulitkan peneliti untuk menghubungkan mutasi dengan karakteristik virus SARS-CoV-2.

Di sisi lain, Wien mengungkap sesungguhnya telah ditemukan setidaknya 10 mutasi pada genom virus SARS-CoV-2 yang ada di Indonesia.

"Namun karena mutasi-mutasi tersebut masih jarang ditemukan, sangat sulit untuk menghubungkan mutasi-mutasi tersebut dengan karakteristik virusnya," ujar Wien.

Wien juga menyoroti asumsi yang beredar bahwa Q677H memiliki tingkat penularan yang sama dengan D614G yang lebih menular 10 kali lipat dibandingkan mutasi yang lain. Asumsi ini muncul setelah Universitas Airlangga mengatakan mutasi Q677H mirip dengan D614G.

Pakar Biomolekular asal Universitas Airlangga Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan mutasi Q677H ini ditemukan di lokasi spike yang sama dengan mutasi D614G.

Mutasi D614G dan Q677H menunjukkan lokasi yang sama dari mutasinya, yakni perubahan asam amino pada lokasi D614G dan Q677H

Wien menyinggung belum adanya bukti saintifik terkait asumsi bahwa penularan Q677H sama seperti mutasi D614G. Ia juga mengatakan bahwa pernyataan D614G lebih menular 10 kali lipat baru terbukti di laboratorium, bukan di proses infeksi alaminya.

"Bahwa mutasi D614G lebih mudah menginfeksi sel juga baru ditunjukkan pada eksperimen di laboratorium, belum berbasis data berdasarkan infeksi alaminya. Belum ada bukti lebih mudah menular," kata Wien.

Wien juga mengatakan pengembangan dan pengujian vaksin tidak akan terganggu dengan adanya mutasi ini. Sebab, mutasi ini tidak mengubah domain pengikat reseptor (RBD) di ujung protein spike meskipun mutasi D614G terjadi pada protein spike virus. RBD mengikat reseptor ACE2 pada sel manusia.

Intinya, mutasi D614G mengubah protein spike, tetapi tak mengubah bagian RBD yang kritis untuk pengembangan vaksin.

"Mutasi-mutasi tersebut tidak berdampak terhadap vaksin-vaksin yang sedang dikembangkan dan diuji saat ini," tutup Wien.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
10 Provinsi dengan Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak Hari Ini
Update 27 Oktober: Pasien Positif Covid-19 Tambah 3.520 Jadi 396.454 Orang
Bertambah 57, Total Pasien Covid-19 Dekati Angka 800 Kasus
Covid-19 Riau: Jumlah Pasien Sembuh Lebih Tinggi dari Pasien Positif
Terdapat Penambahan 204 Kasus Terkonfirmasi, Ini Sebaran Covid-19 di Riau

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter