Home  / 
AS Bakal Membalas Jika Bentrok dengan China di LCS
Selasa, 4 Agustus 2020 | 16:42:40
(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Ilustrasi kapal Korps Penjaga Pantai China.
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, pekan lalu mencabut kebijakan netralitas di Laut China Selatan (LCS), dan memperingatkan China untuk bersiap terhadap "pembalasan" jika terjadi bentrokan di kawasan perairan itu.

Dilansir Express, Selasa (4/8), China dan AS kini terlibat perang dingin setelah Beijing berulang kali mengajukan klaim atas kedaulatan di Laut China Selatan.

AS mempertahankan kebijakan bahwa China tidak berhak mengklaim Laut China Selatan, dan menunjukkan dukungan kepada negara sekutu di Asia Tenggara yang juga mengklaim berdaulat atas wilayah tersebut.

"Kami memiliki sejarah kapal China melecehkan tak hanya kapal AS, tapi juga kapal negara lain," kata mantan Pejabat urusan China di Kementerian Hukum AS, Joseph Bosco, kepada Arirang News.

"Sampai sekarang AS dan negara lain belum membalas. Saya khawatir kita mencapai titik di mana Angkatan Laut AS tidak akan mentolerir gangguan dengan operasi kebebasan navigasi," tambahnya.

Bosco mengatakan ada kemungkinan AS akan membalas jika terjadi bentrok dengan Angkatan Laut China di Laut China Selatan.

"Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang akan dilakukan kedua belah pihak? Jika AS memberi tanggapan permusuhan terhadap sikap China, apakah (konflik) akan meningkat dan mencoba sesuatu yang lebih serius? Ada kemungkinan (terjadi) semacam bentrokan," ujar Bosco.

Bosco mencontohkan, AS dan China memiliki beberapa insiden di masa lalu. Contohnya insiden EP3 pada 2001 di mana pilot pesawat tempur China terbang terlalu dekat dengan pesawat pengintai AS. Pesawat itu jatuh, pilot tewas, dan pesawat AS hancur.

"(Ketegangan) bisa meningkat, kedua belah pihak menunjukkan kehati-hatian dan tidak membiarkan hal itu menjadi lepas kendali," kata Bosco.

Juli lalu, Australia setuju bergabung dengan AS untuk meningkatkan patroli untuk menahan ekspansi China di LCS.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, menuduh AS justru meningkatkan ketegangan dengan ikut campur dalam urusan dalam negeri China.

"Pompeo mengaku bertindak sesuai hukum internasional, tapi semua orang tahu AS terbiasa mencari kepentingannya sendiri atas dasar hukum internasional," ujar Wang dalam konferensi pers pekan lalu.

"Faktanya, bukan China tapi AS yang meningkatkan militerisasi Laut China Selatan dan meningkatkan ketegangan," ujarnya.

Wang mengatakan laporan publik menunjukkan pada paruh pertama tahun ini, pesawat militer AS terlihat lebih dari dua ribu kali berada di LCS.

"Kami mendesak AS dan Australia mengubah sikap mereka terhadap China, berhenti mencampuri urusan dalam negeri China dan merusak kepentingan China serta menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk terciptanya hubungan bilateral," kata Wang.

"Kami juga mendesak AS dan Australia untuk memainkan peran konstruktif dalam memastikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan regional," tambah Wang.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Panglima TNI Buka Kejurnas Menembak di Senayan
Polsek Ukui Lakukan Operasi Yustisi Hingga ke Pelosok Desa di Kecamatan Ukui
Antisipasi Karlahut, Polsek Pangkalan Kerinci Lakukan Patroli
Polsek Bunut Lakukan Operasi Yustisi Dalam Rangka Penerapan Prokes
Wali Kota Pekanbaru Keluarkan Surat Edaran, Libur Panjang ASN Dilarang ke Luar Daerah

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter