Home  / 
WHO Peringatkan Tak Ada Cara Instan Kalahkan Virus Corona
Senin, 3 Agustus 2020 | 20:57:18
(Foto: AFP)
Tedros Adhanom Ghebreyesus
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (wHO) memperingatkan virus corona tak akan pernah bisa dikalahkan dengan cara instan, melainkan dengan menerapkan kedisiplinan yang ketat.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, tak akan pernah ada `peluru perak` untuk mengalahkan virus mematikan ini meskipun para ahli di seluruh dunia bekerja keras menghasilkan vaksin yang efektif secepat mungkin.

WHO mendesak pemerintah dan warganya untuk fokus mempraktikkan protokol kesehatan, seperti melakukan tes, pelacakan kontak, menjaga jarak fisik, dan menggunakan masker untuk menekan pandemi.

"Kita semua berharap memiliki sejumlah vaksin efektif yang dapat membantu mencegah orang terinfeksi, namun tidak ada `peluru perak` saat ini, mungkin tidak akan pernah ada," kata Tedros, merujuk pada istilah cara sakti atau magis untuk mengalahkan Covid-19.

"Untuk saat ini, menghentikan wabah dilakukan dengan menerapkan dasar-dasar kesehatan masyarakat serta pengendalian penyakit. Lakukan itu semua," ujarnya, lagi, dikutip dari AFP, Senin (3/8/2020).

Virus corona telah merenggut hampir 690.000 nyawa dan menginfeksi setidaknya 18,1 juta orang di seluruh dunia hingga Senin sore.

Misi WHO ke China

Badan PBB itu mengirim ahli epidemiologi dan spesialis hewan ke China pada 10 Juli untuk meletakkan dasar penyelidikan untuk mengungkap bagaimana virus corona bisa ditransmisikan ke manusia.

"Tim lanjutan WHO yang melakukan perjalanan ke China kini telah menyelesaikan misi untuk meletakkan dasar bagi upaya lebih lanjut untuk mengidentifikasi asal muasal virus," tutur Tedros.

Menurut dia, WHO dan pakar China telah menyusun kerangka acuan untuk melakukan studi dan program kerja yang nantinya akan dilakukan tim internasional.

"Tim internasional akan mencakup ilmuwan dan peneliti terkemuka dari China dan seluruh dunia. Studi epidemiologis akan dimulai di Wuhan untuk mengidentifikasi sumber potensial infeksi dari kasus awal. Bukti dan hipotesis yang dihasilkan melalui penelitian ini akan meletakkan dasar untuk studi lebih lanjut, jangka panjang," ujar mantan menteri kesehatan dan luar negeri Ethiopia itu.

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
171 Pasien Covid-19 Sembuh di Riau Hari Ini, 282 Positif
Pasien Covid-19 Tambah 4.432 Orang, Ini 10 Provinsi dengan Penambahan Terbanyak
Alarm Kembali Nyala, AS dan Eropa Darurat Corona
Tingkat Sembuh Covid -19 di Pelalawan Tinggi Capai 578, Hotel Untuk OTG Menunggu SK Gugus Tugas
Update Corona 21 Oktober: 373.109 Positif, 297.509 Sembuh

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter